40% Proyek Listrik 35.000 MW Pakai Produk Dalam Negeri, Nilainya Rp 400 T

40% Proyek Listrik 35.000 MW Pakai Produk Dalam Negeri, Nilainya Rp 400 T

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 07 Sep 2015 11:15 WIB
40% Proyek Listrik 35.000 MW Pakai Produk Dalam Negeri, Nilainya Rp 400 T
Jakarta - Mega proyek listrik 35.000 MW yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi), diperkirakan membutuhkan dana investasi US$ 72,942 miliar atau sekitar Rp 1.021 triliun. Dari investasi sebesar itu, akan menggunakan produk barang dan jasa dalam negeri sekitar US$ 29,2 miliar atau Rp 408 triliun.

Menteri ESDM Sudirman Said, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari proyek 35.000 MW, baik dalam bentuk Engineering Procurement & Construction (EPC) mencapai 40% dari total investasi yang dibutuhkan sebanyak US$ 72,942 miliar.

"Jadi selama 5 tahun ke depan kita akan kebagian US$ 29,2 miliar," kata Menteri ESDM Sudirman Said, dalam diskusi Morning Briefing Media bersama Menteri ESDM, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta, Senin (7/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman mengatakan, investasi 35.000 MW sebesar US$ 72,942 miliar tersebut digunakan untuk membangun:

  • 291 pembangkit listrik
  • 732 jaringan transmisi
  • 1.275 gardu induk
  • 301.300 konduktor alumunium
  • 2.600 set travo, dan
  • menggunakan 3,5 juta ton baja.
"Kebutuhan baja akan didukung penuh oleh BUMN Krakatau Steel (KS). PLN sudah menjalin kerjasama dengan KS sebagai bentuk konsolidasi BUMN," ungkap Sudirman.

Terkait tenaga kerja dalam proyek 35.000 MW ini, akan melibatkan 650.000 tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 3 juta orang.

"Secara total sebenarnya proyek ini akan membuka lapangan kerja 3,65 juta orang. Selain itu nanti akan juga melibatkan kontraktor lokal dalam hal pembebasan lahan, pembangunan ini dan itu, dan tentunya tenaga kerja yang digunakan sebagian besar merupakan tenaga kerja dalam negeri," ungkap Sudirman.

Mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero) ini mengatakan, sampai akhir tahun diperkirakan listrik yang sudah beroperasi atau Commercial Operation Date (COD) mencapai 5.459 MW. Kemudian Power Purchase Agreement (PPA) atau Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik mencapai 22.728 MW, dan Groundbreaking mencapai 5.990 MW.

COD sampai akhir tahun sebesar 5.459 MW tersebut memang bukan berasal dari proyek 35.000 MW, melainkan 7.000 MW yang sudah dalam tahap konstruksi.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads