Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dari 35.000 MW ini, PT PLN (Persero) hanya diberi penugasan 5.000 MW. Artinya 30.000 MW seluruhnya ditawarkan ke swasta maupun investor asing atau Independent Power Producer (IPP).
"Ini bukan karena apa-apa, tapi kita mengurangi beban PLN, agar bisa fokus kepada transmisi. Memang yang membangun negeri ini adalah uang pemerintah dan swasta," kata Sudirman di acara Morning Briefing Media bersama Menteri ESDM, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Senin (7/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsekuensi menarik investasi dari luar memang investor akan membawa kepentingannya. Seperti belanja barang dan jasa serta tenaga kerja. Kita telah memberikan koridor, kalau ada tenaga kerja asing yang masuk, maka akan ditindak. Ada aturannya," ungkap Sudirman.
Sudirman menegaskan, tidak akan membiarkan serbuan tenaga kerja asing dalam proyek 35.000 MW, apalagi saat ini kondisi ekonomi dunia dan khususnya Indonesia sedang mengalami perlambatan.
"Jangan sampai serbuan besar-besaran tenaga kerja asing ke Indonesia. Apalagi di saat ekonomi sedang turun banyak yang kena PHK (pemutusan hubungan kerja). Dan, tidak mungkin hanya kita malah memberikan tenaga kerja asing masuk," katanya.
Sudirman menambahkan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia terutama di sektor ketenagalistrikan.
"Tenaga kerja kita harus dilatih. Tenaga kerja kita yang harusnya dilatih bahasa Inggris, China, dan Jepang. Jadi dengan begitu, investor bisa tertarik untuk datang ke Indonesia dan menggunakan tenaga kerja kita," tutupnya.
(rrd/hen)










































