Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Sep 2015 07:32 WIB

Benarkah Ada Mafia Pulsa Listrik?

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jakarta - Kemarin Menko bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, mengeluarkan pernyataan cukup mengejutkan. Ia mengungkapkan ada permainan mafia di kebijakan pulsa listrik untuk pelanggan listrik prabayar.

Pernyataan tersebut dia ungkapkan usai rapat koordinasi di sektor kelistrikan, yang dihadiri Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Jarman, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

"Ini kecil tapi penting. Rakyat sekarang pakai pulsa listrik. Ini dimonopoli. Dia beli Rp 100.000, tapi isinya hanya Rp 73.000. Ini kejam sekali. Di sini ada mafia besar karena kalau beli pulsa telepon Rp 100.000, paling dipotong tinggal Rp 95.000," kata Rizal.

Tudingan tersebut memang langsung dibantah Sofyan Basir, menurutnya adanya potongan tersebut karena ada biaya administrasi dan Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

"Misal dia beli listrik prabayar Rp 100.000, tapi dia beli 2 sampai 3 kali (Rp 50.000 atau Rp 20.000). Kadang-kadang harga pulsa listriknya terpotong biaya administrasi," sanggah Sofyan.

Bagaimana sistem pembelian pulsa listrik? Benarkah ada potongan? Berapa besaran sebenarnya potongan administrasi dan pajaknya? dan banyak pastinya pertanyaan dari masyarakat. Misalnya kok beli listrik daya sama tapi jumlah pulsa listriknya beda-beda?

Simak hasil wawancara detikFinance dengan pihak PLN soal masalah ini dalam tulisan berikutnya.

(rrd/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed