"Kita berharap harga CP Aramco turun terus atau paling nggak sama. Tapi crude oil kan naik lagi, sudah US$ 50 per barel lagi. Makanya yang 12 kg akan kita turunkan juga harganya, pertengahan September. Minggu depan berarti," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang ditemui di Terminal BBM Cikampek, Karawang, Selasa (8/9/2015).
Menurut Bambang, besaran penurunan harga berkisar Rp 6.000 per tabung. Penyesuaian harga tersebut didasarkan pada penurunan harga elpiji CP Aramco per bulan dalam beberapa waktu terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, lanjut Bambang, penurunan bisa lebih besar dari Rp 6.000 jika kurs nilai tukar rupiah dalam kondisi baik. Saat ini dolar AS sudah mencapai Rp 14.300.
"Ini yang jadi masalah. CP Aramco turun, tapi kursnya (dolar AS) malah naik nggak karuan," katanya.
"Dolar naik dari Rp 12.000 ke Rp 14.000. Bisa turun lebih banyak kalau kursnya nggak naik. Kalau nggak naik kursnya, bulan lalu sudah kita turunkan elpiji," imbuh Bambang.
Terakhir kali Pertamina mengubah harga elpiji 12 kg pada April 2015. Waktu itu harganya naik Rp 7.000 per tabung. Harga tersebut masih digunakan sampai sekarang.
Harga elpiji elpiji 12 kg di setiap wilayah dipatok berbeda-beda, kisarannya mulai dari Rp 139.200 hingga Rp 168.400 per tabung.
(ang/ang)











































