"Diperkirakan masyarakat keliru memahami, bahkan yang tercantum dalam struk adalah rupiah. Yang benar yang tercantum dalam listrik yang diperoleh pada struk adalah kWh (kilo Watt hour)," kata Sofyan dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi VII DPR, Selasa (8/9/2015).
Sofyan mengatakan, selain salah mengartikan rupiah dengan kWh, banyak juga masyarakat salah arti angka pada meteran listrik prabayar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk juga, yang saat ini sedang ramai jadi perbincangan terkait pernyataan Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. Menurutnya ada dugaan ada salah persepsi beli pulsa Rp 100.000 tapi kok dapat hanya Rp 73.000, padahal sebenarnya 73 kWh.
"Dugaan keluhan beli Rp 100.000 dapat listrik Rp 73.000 hanyalah karena salah persepsi, bahwa angka 73-anβ yang diperoleh adalah dikira sama dengan Rp 73 ribu. Sehingga seolah-olah ada mafia mengambil Rp 30.000," tutup Sofyan.
(rrd/dnl)











































