Kata PLN Pakai Pulsa Listrik Banyak Untungnya

Kata PLN Pakai Pulsa Listrik Banyak Untungnya

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2015 09:20 WIB
Kata PLN Pakai Pulsa Listrik Banyak Untungnya
Jakarta - Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli meminta masyarakat dibebaskan memilih menggunakan meteran listrik pasca bayar atau prabayar atau pulsa listrik (token). PT PLN (Persero) mengatakan sistem pulsa listrik sebenarnya lebih menguntungkan masyarakat.

"Sebenarnya semua ada kelebihannya, termasuk sistem token (pulsa listrik) itu ada kelebihannya, baik itu untuk PLN sendiri maupun untuk masyarakat," kata Direktur Perencanaan PLN, Murtaqi Syamsuddin, ditemui di Gedung DPR, Selasa (8/9/2015).

Murtaqi mengatakan, dengan sistem pulsa listrik, masyarakat dapat mengontrol penggunaan listriknya sendiri. Masyarakat juga terdorong untuk berhemat, karena bisa mengukur berapa pemakaian listriknya setiap hari dengan ditandai berkurangnya jumlah angka meteran kilo Watt hour (kWh).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak ada lagi orang, listriknya diputus karena dia nggak bisa bayar listrik. Bila sewaktu-waktu habis bisa langsung isi token di loket terdekat. Kan sekarang pulsa listrik banyak yang jual di minimarket, toko-toko kelontong, dan sebagainya," ungkapnya.

Sementara bagi PLN kata Murtaqi, dengan sistem pulsa listrik tersebut PLN tidak perlu direpotkan dengan melakukan pencatatan. Karena secara otomatis, data pengguna akan tercatat sendirinya. Kalau cara manual kan kita harus kirim petugas untuk mencatat penggunaan setiap bulannya," katanya.

Selain itu, dengan sistem pulsa listrik ini akan menghindarkan masyarakat dari kesalahan hitung serta kecurangan dalam penghitungan meteran listrik.

"Kalau ada salah hitung tentu kan ada kerugian di situ yang harus ditanggung masyarakat. Kalau pakai sistem token kan semuanya pasti, segitu dia beli segitu dia pakai. Ini juga menghindarkan kongkalikong petugas dengan pelanggan. Karena minim sekali pertemuan antara masyarakat pelanggan dengan petugas," tutup Murtaqi.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads