Apalagi sebagian besar pasokan BBM nasional tiap harinya berasal dari impor. Hal ini menggambarkan bahwa ketahanan energi Indonesia sangat rentan, misalnya bila terjadi bencana alam atau perang. Sehingga memutus suplai pasokan.
Namun ketika PT Pertamina (Persero) berencana menambah stok BBM tersebut dengan membangun storage, ditentang oleh Menko Maritim Rizal Ramli, menurutnya proyek itu tidak prioritas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tak terlalu mendesak, menurut Rizal, impor yang dilakukan Pertamina juga masih sebatas kecil, yakni hanya 500.000 barel per hari untuk minyak mentah dan 500.000 barel per hari untuk BBM.
"Ngapain bikin storage," tutup Rizal.
(rrd/hen)











































