Rizal Ramli Tolak Rencana Pertamina Bangun Stok BBM US$ 2,4 Miliar

Rizal Ramli Tolak Rencana Pertamina Bangun Stok BBM US$ 2,4 Miliar

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2015 14:37 WIB
Rizal Ramli Tolak Rencana Pertamina Bangun Stok BBM US$ 2,4 Miliar
Jakarta - Indonesia selain tidak punya cadangan bahan bakar minyak (BBM) seliter pun, juga hanya punya cadangan operasional BBM di SPBU dan tangki BBM sangat sedikit yakni hanya cukup 18 hari. Bandingkan dengan negara lain seperti di Amerika Serikat, Jepang, Malaysia hingga Singapura yang punya 3-6 bulan cadangan BBM.

Apalagi sebagian besar pasokan BBM nasional tiap harinya berasal dari impor. Hal ini menggambarkan bahwa ketahanan energi Indonesia sangat rentan, misalnya bila terjadi bencana alam atau perang. Sehingga memutus suplai pasokan.

Namun ketika PT Pertamina (Persero) berencana menambah stok BBM tersebut dengan membangun storage, ditentang oleh Menko Maritim Rizal Ramli, menurutnya proyek itu tidak prioritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin kami laporkan dalam rapat bersama Presiden. Ada keinginan Pertamina untuk membangun storage supaya stock naik dari 18 hari menjadi 30 hari. Biaya investasi yang dibutuhkan US$ 2,4 miliar. Itu bukan prioritas," kata Rizal dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Rabu (9/9/2015).

Selain tak terlalu mendesak, menurut Rizal, impor yang dilakukan Pertamina juga masih sebatas kecil, yakni hanya 500.000 barel per hari untuk minyak mentah dan 500.000 barel per hari untuk BBM.

"Ngapain bikin storage," tutup Rizal.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads