Menanggapi penolakan proyek tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan, proyek storage tersebut tidak batal.
"Skemanya diperluas, tidak semata-mata Pertamina. Bukan berarti batal, Pertamina bangun, swastanya juga bangun. Bahkan mungkin dibeberapa tempat dimungkinkan kerjasama Pertamina dengan swasta," kata Sudirman ditemui di Gedung DPR, Rabu (9/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan dorong juga swasta bangun, tapi tetap harus ada stok BBM yang dikontrol sendiri. Jadi intinya dari sekarang 20-an hari menuju 30 hari itu harus dibangun Pertamina. Ke atasnya nanti apakah swasta, apakah negara, tapi skemanya yang tidak harus Pertamina semua," tutup Sudirman.
Seperti diketahui, rencana Pertamina menambah stok BBM tersebut dengan membangun storage, ditentang oleh Menko Maritim Rizal Ramli, menurutnya proyek itu tidak prioritas.
(rrd/hen)











































