Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, proyek tersebut sejatinya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional yang saat ini masih sangat rendah. Untuk stok operasional BBM yang ada di SPBU dan terminal BBM hanya cukup 20 hari saja.
"Storage BBM itu kebutuhan. Sekarang konsumsi BBM terus meningkat, sementara stok BBM Pertamina sekarang hanya sekitar 20 hari," kata Bambang ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Medan Merdeka Timur, Jumat (11/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara ASEAN sekarang paling kecil punya stok BBM 45 hari. Pemerintah ingin stok BBM meningkat secara bertahap. Makanya kita sedang usaha meningkatkan minimal jadi 30 hari," ujar Bambang.
Bambang mengakui, pembangunan storage belum masih prioritas pemerintah, tapi perlu dibangun. Untuk mengakali biaya investasi yang besar, Pertamina menggandeng perusahaan dalam negeri yang memiliki storage BBM.
"Kita kerja sama pakai storagenya, kita isi dengan BBM, kalau mereka butuh kita suplai, tapi kalau belum dipakai kita suplai ke tempat lain. Biaya lebih murah, mereka tak perlu keluarin biaya inventori, harga jadi lebih murah, ketahanan energi nasional juga naik, dan transaksinya pakai rupiah, perusahaan itu tidak perlu impor langsung dari luar negeri," tutup Bambang.
(rrd/hen)











































