Rencana Proyek Stok BBM 'Dikepret' Rizal Ramli, Ini Kata Pertamina

Rencana Proyek Stok BBM 'Dikepret' Rizal Ramli, Ini Kata Pertamina

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2015 13:41 WIB
Rencana Proyek Stok BBM Dikepret Rizal Ramli, Ini Kata Pertamina
Jakarta - Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kemarin 'mengepret' PT Pertamina (Persero), ia menilai proyek BUMN energi yaitu penambahan stok (storage) bahan bakar minyak (BBM) US$ 2,4 miliar hanya buang uang.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, proyek tersebut sejatinya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional yang saat ini masih sangat rendah. Untuk stok operasional BBM yang ada di SPBU dan terminal BBM hanya cukup 20 hari saja.

"Storage BBM itu kebutuhan. Sekarang konsumsi BBM terus meningkat, sementara stok BBM Pertamina sekarang hanya sekitar 20 hari," kata Bambang ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Medan Merdeka Timur, Jumat (11/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, negara-negara seperti Amerika Seriat, Jepang, Malaysia hingga Singapura memilik stok BBM cukup 3-6 bulan. Bahkan di negara ASEAN rata-rata paling sedikit punya stok BBM bisa 45 hari, sedangkan Indonesia hanya 20 hari.

"Negara ASEAN sekarang paling kecil punya stok BBM 45 hari. Pemerintah ingin stok BBM meningkat secara bertahap. Makanya kita sedang usaha meningkatkan minimal jadi 30 hari," ujar Bambang.

Bambang mengakui, pembangunan storage belum masih prioritas pemerintah, tapi perlu dibangun. Untuk mengakali biaya investasi yang besar, Pertamina menggandeng perusahaan dalam negeri yang memiliki storage BBM.

"Kita kerja sama pakai storagenya, kita isi dengan BBM, kalau mereka butuh kita suplai, tapi kalau belum dipakai kita suplai ke tempat lain. Biaya lebih murah, mereka tak perlu keluarin biaya inventori, harga jadi lebih murah, ketahanan energi nasional juga naik, dan transaksinya pakai rupiah, perusahaan itu tidak perlu impor langsung dari luar negeri," tutup Bambang.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads