Jonan Keluhkan Harga Avtur di RI Mahal, Ini Penjelasan Pertamina

Jonan Keluhkan Harga Avtur di RI Mahal, Ini Penjelasan Pertamina

Rista Rama Dhany - detikFinance
Sabtu, 12 Sep 2015 19:23 WIB
Jonan Keluhkan Harga Avtur di RI Mahal, Ini Penjelasan Pertamina
Jakarta -

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluhkan harga avtur dari PT Pertamina (Persero) yang terlalu mahal, hal ini menyebabkan daya saing maskapai penerbangan Indonesia kurang punya daya saing terutama karena harga tiketnya jadi lebih mahal.

Hal tersebut diakui Pertamina. Namun, menurut Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mahalnya harga avtur tersebut disebabkan banyak hal, selain karena kilang minyak sudah tua, avtur yang dijual Pertamina juga dikenakan berbagai pajak dan fee atau charge dari pengelola bandara salah satunya PT Angkasa Pura.

"Avtur kami memang lebih mahal. Pertama, karena harga pokoknya memang lebih tinggi 5% daripada impor. Kenapa? Karena kilang Pertamina sudah sangat tua," ungkap Bambang, kepada detikFinance, Sabtu (12/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menambahkan, selain itu avtur Pertamina juga dikenakan berbagai pajak salah satunya Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dan lebih membuat harga avtur Pertamina lebih mahal lagi, karena adanya pengenaan biaya seperti concession fee yang dikenakan Angkasa Pura, serta sewa peralatan.

"Kita sudah bicara dengan Angkasa Pura, tapi mereka tidak bersedia dihapus. Malah minta naik terus dengan alasan sebagai pendapatan bisnis lain Angkasa Pura," jelasnya.

Bambang mengatakan, terkait produksi avtur di kilang Pertamina yang sudah tua, cara utama mengatasinya adalah melakukan peremajaan kilang atau membangun kilang minyak baru, tetapi itu butuh waktu dan biaya investasi yang cukup besar.

"Kita akan coba kombinasikan antara produk kilang dan impor serta menekan biaya-biaya lainnya, baik dari operasi maupun yang lain. Kasih kami waktu sebentar, karena ini melibatkan divisi pengolahan (kilang), kalau dari sisi operasi (pemasaran) saya bisa langsung tekan," ucapnya.

"Target saya ya belum seperti Singapura, paling tidak seperti Kuala Lumpur dan Bangkok," tutupnya.

Terkait fee dan charge avtur tersebut, PT Angkasa Pura mengklaim, bahkan fee yang dikenakan tidak terlalu besar.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads