Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mempertimbangkan perusahaan swasta untuk menjual avtur di bandara-bandara Indonesia. langkah ini diambil bila PT Pertamina (Persero) tak mau menurunkan harga avturnya.
Apa tanggapan Pertamina?
"Nggak apa-apa silahkan saja. Tapi yang jadi pertanyaan Pertamina, boleh nggak Pertamina juga menutup pelayanan avtur di bandara-bandara kecil, yang sebenarnya Pertamina rugi jualan di sana?" kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Sabtu (12/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti sama dengan SPBU, lihat Shell dan Total. Lihat saja, terbuktikan mereka hanya masuk di kota-kota besar, sedangkan Pertamina wajib melayani daerah-daerah lain hingga ke pelosok daerah meski rugi. Bahkan SPBU AKR yang jual solar subsidi saja sekarang tutup karena harga solar subsidi buat mereka rugi," jelas Bambang.
Bambang mengakui, bila bisnis penjualan avtur di Pertamina memberikan keuntungan di bandara-bandara besar seperti Soetta, Ngurah Rai, dan Juanda. Tapi, keuntungan tersebut sebenarnya untuk menutup kerugian di bandara-bandara kecil.
"Pertamina melakukan subsidi silang, artinya kerugian jual avtur di bandara-bandara kecil seperti Mamuju, Silangit, Nias, Pinang Soeri, daerah-daerah remote seperti Tual, Saumlaki, Larantukan, Luwuk, Labuhan Bajo (Komodo), Tanjung Pinang dan banyak lagi bandara kecil, dikompensasi oleh keuntungan dari bandara-bandara besar," terangnya.
Ia menambahkan, apalagi Pertamina juga harus dibebani dengan kewajiban untuk menjamin keamanan dan kehandalan suplai BBM termasuk avtur dalam bentuk stok BBM nasional.
"Kalau semua mau hukum ekonomi, bagaimana dengan pemerataan di daerah-daerah terpencil di luar Pulau Jawa. Kalau tidak mau rugi, berarti harga Avtur akan tinggi sekali dan itu berarti harga tiket yang mereka tanggung akan sangat mahal. Padahal seperti Papua, akan dikembangkan lapangan udara di setiap kabupaten karena akses darat susah. Harga avturnya mau berapa disana jika tidak disubsidi? Padahal Avtur tidak termasuk BBM subsidi," terangnya lagi.
Ia meminta kepada pemerintah, memberikan waktu kepada Pertamina untuk melakukan segela upaya agar harga avtur bisa turun.
"Kasih kami kesempatan untuk berusaha melakukan segala daya agar harga bisa turun, baik melalui efisiensi di segala bidang serta menurunkan margin menjadi sekitar 5% saja, dan tolong diberikan solusi untuk bandara-bandara terpencil tersebut," tutupnya.
(rrd/rrd)











































