Mengapa di Singapura harga avturnya lebih murah?
"Pertama, di Singapura tidak ada namanya kena pajak dan pungutan (PNBP). Kalau di Indonesia kan banyak pajak, ada lagi pungutan dari BPH Migas 0,3% per liter. Kalau yang kena pungutan dan pajak pasti lebih murah dan sebaliknya, yang pakai pajak pasti lebih mahal," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Senin (14/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kilang mereka banyak, dan teknologinya modern dan canggih. Pertamina, kilangnya semuanya tua, teknologinya lama. Di Singapura bisa mengolah miyak dengan sulfur yang tinggi, karena minyak mentah murah sulfurnya tinggi (sour crude). Kilang di Indonesia ada ambang batasnya, kalau sulfurnya ketinggian bisa rusak mesinnya. Sementara minyak dengan sulfur rendah (sweet crude) jumlah di dunia makin sedikit dan harganya mahal," jelas Bambang.
Ia mengungkapkan lagi, akibat kondisi 6 kilang minyak Indonesia yang sudah sangat tua, harga pokok avtur yang keluar dari kilang sudah lebih mahal 5% daripada harga avtur impor.
"Akibat kilang tua, harga pokok avturnya lebih mahal 5% dibandingkan harga avtur impor," tutup Bambang.
(rrd/dnl)











































