Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, besaran penurunan dilakukan berdasarkan data historis harga CP Aramco dan juga kurs dolar AS terhadap rupiah, serta estimasi pergerakan keduanya.
"Dengan penurunan harga ini diharapkan konsumen, terutama konsumen rumah tangga yang merupakan konsumen utama dari elpiji 12 kg dapat merasakan manfaatnya," kata Ahmad Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk wilayah Jabodetabek harga elpiji 12 kg turun Rp 6.400 per tabung dengan harga di agen turun dari Rp 141.000 per tabung menjadi Rp 134.600 per tabung. Penyesuaian harga juga dilakukan untuk merek-merek LPG non PSO lainnya dengan besaran tidak jauh berbeda per kilogram-nya," ungkapnya.
Adapun, stok elpiji Pertamina saat ini dalam kondisi aman di atas 17 hari dengan rata-rata konsumsi seluruh jenis dan merek elpiji Pertamina sebesar 17.678 metrik ton per hari.
(rrd/dnl)










































