Jangan Sampai Kabinet Jokowi Selesai, RI Belum Punya Kilang Baru

Jangan Sampai Kabinet Jokowi Selesai, RI Belum Punya Kilang Baru

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2015 14:45 WIB
Jangan Sampai Kabinet Jokowi Selesai, RI Belum Punya Kilang Baru
Jakarta - Kilang minyak yang ada di Indonesia saat ini hampir seluruhnya berusia tua. Sementara setiap tahun, neraca perdagangan Indonesia defisit karena impor bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyadari masalah itu. Dan menurutnya, jalan keluarnya adalah membangun kilang baru. Bila investor tidak berminat, maka negara siap menggelontorkan dana APBN untuk membangun kilang minyak baru.

"Defisit migas itu ada di BBM dan minyak bumi. Bagaimana mengurangi defisit? Salah satunya adalah membangun kilang minyak," kata Bambang, di acara diskusi "Energi Sebagai Modal Pembangunan" di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, sebenarnya investasi membangun kilang minyak termasuk di Indonesa tidak jelek, karena kebutuhan BBM di Indonesia terus meningkat, walaupun pemerintah terus mendorong konversi BBM ke BBG, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan selesai 2018, dan banyak kendaraan yang mulai menggunakan BBG. Tapi permintaan BBM akan terus tumbuh.

"Melihat kondisi tersebut, prospek kilang itu nggak mungkin jelek, pasti bagus. Tinggal pemerintah memfasilitasi. Memang ini proyek jangka panjang, banyak itungannya, IRR (Internal Rate of Return)-nya rendah, tapi harus mulai dari sekarang (bangun kilang)," ungkap Bambang.

"Jangan sampai kabinet selesai, tapi kita nggak pernah bangun kilang. Awal-awalnya doang mengebu-ngebu mau bangun kilang, tapi lama-lama hilang, mending sekarang kita bicara terus, soalnya 2018 kita-kira baru bisa mulai," tambahnya.

Bambang mengungkapkan, pembangunan kilang kunci utamanya ada di PT Pertamina (Persero), bagaimana BUMN ini menjadi offtaker, dapat menggandeng investor dan memastikan hasil kilang yakni BBM pasti terserap di dalam negeri, karena permintaan BBM tersebut meningkat tiap tahunnya.

"Kuncinya di Pertamina, karena harus jadi offtaker. Untuk sampai kita bisa sampai sepakat Indonesia bikin kilang, kita harus pikirin market-nya seperti apa. Kilang harus jadi prioritas kita bersama. Kalau perlu bila tak ada investor, harus pakai duit pemerintah. Kita harus punya ketegasan untuk BBM," tutup Bambang.

Seperti diketahui, Indonesia terakhir kali membangun kilang minyak 21 tahun lalu yakni Kilang Balongan. Selain usia kilang sudah tua, hasil produksinya lebih mahal daripada harga impor.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads