Rizal Sebut 35.000 MW Buat Bangkrut PLN, Siapa Pembisiknya?

Rizal Sebut 35.000 MW Buat Bangkrut PLN, Siapa Pembisiknya?

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2015 18:17 WIB
Rizal Sebut 35.000 MW Buat Bangkrut PLN, Siapa Pembisiknya?
Jakarta - Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli beberapa waktu lalu mengeluarkan 'kepretannya' terkait mega proyek 35.000 megawatt (MW) Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain menyebut 35.000 MW tidak akan tercapai dalam 5 tahun, proyek tersebut dapat membuat PT PLN (Persero) bangkrut. Sebenarnya siapa pembisik 'si-Rajawali Ngepret' ini?

Menurut Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, ada perbedaan data proyek 35.000 MW karena ada informasi yang keliru yang masuk ke telinga Rizal Ramli.

"Perbedaannya, awal kekeliruan ini adalah masukan ke menteri sendiri. Hanya dari sekelompok orang saja. Kalau tidak salah mengatakan Fortuga (forum tujuh tiga). Atas dasar ini Menko langsung berbicara," ungkap Rizal, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan mengatakan, keluarnya pernyataan Rizal Ramli terkait 35.000 MW mulai dari Indonesia hanya butuh tambahan listrik sekitar 16.000-18.000 MW saja bukan 35.000 MW, sampai PLN akan bangkrut karena harus membayar listrik yang menganggur karena kelebihan kapasitas lebih dari US$ 10 miliar per tahun, dan lainnya, tanpa mendapat penjelasan dari PLN terlebih dahulu.

"Belum memanggil kami, belum ajak bicara. Kami yang berhak (bicara 35.000 MW), kami yang ditunjuk sebagai pelaksana oleh pemerintah. Kami tidak ingin jadi polemik," tegasnya.

"Ini sudah menjadi keputusan Presiden. Kami sudah dipanggil Presiden, tidak ada perubahan apapun. Kami tetap mengerjakan 35.000 MW. Presiden minta ini dipercepat," tutup Sofyan.

Namun Sofyan belum menjelaskan siapa Fortuga yang ia maksud.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads