Menurut Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, ada perbedaan data proyek 35.000 MW karena ada informasi yang keliru yang masuk ke telinga Rizal Ramli.
"Perbedaannya, awal kekeliruan ini adalah masukan ke menteri sendiri. Hanya dari sekelompok orang saja. Kalau tidak salah mengatakan Fortuga (forum tujuh tiga). Atas dasar ini Menko langsung berbicara," ungkap Rizal, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum memanggil kami, belum ajak bicara. Kami yang berhak (bicara 35.000 MW), kami yang ditunjuk sebagai pelaksana oleh pemerintah. Kami tidak ingin jadi polemik," tegasnya.
"Ini sudah menjadi keputusan Presiden. Kami sudah dipanggil Presiden, tidak ada perubahan apapun. Kami tetap mengerjakan 35.000 MW. Presiden minta ini dipercepat," tutup Sofyan.
Namun Sofyan belum menjelaskan siapa Fortuga yang ia maksud.
(rrd/dnl)











































