Tetapi belakangan, Kementerian ESDM merevisi rencana proyek 35.000 MW. Jatah PLN dipotong separuh hingga hanya 5.000 MW dari total 35.000 MW alias cuma sepertujuhnya. Sementara kue untuk IPP diperbesar menjadi 30.000 MW. Apa alasan ESDM mengurangi porsi PLN dalam proyek listrik 35.000 MW?
Dirjen Ketenagalistrikan ESDM, Jarman, mengatakan pemerintah ingin PLN fokus saja membangun jaringan transmisi untuk tambahan pasokan listrik 35.000 MW, pembangkit listrik biar sebagian besar diserahkan pada swasta saja yang membangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perhitungannya, PLN membutuhkan uang sampai Rp 180 triliun dalam 5 tahun ke depan hanya untuk membangun jaringan transmisi listrik saja. Bila ditugasi pembangunan pembangkit listrik sampai 10.000 MW, pihaknya khawatir PLN menjadi amat terbebani.
"Untuk transmisi itu PLN perlu Rp 160-180 triliun untuk total selama 5 tahun," ungkap Jarman.
Karena itulah maka porsi swasta diperbesar dan porsi PLN dikurangi dalam proyek 35.000 MW. Namun, hingga saat ini PLN tetap mempersiapkan pembangunan 35 pembangkit listrik dengan total 10.000 MW, karena belum ada aturan resmi dari Kementerian ESDM terkait pengurangan jatah PLN menjadi hanya 5.000 MW.
(dnl/dnl)











































