Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Sep 2015 18:03 WIB

Rapat Blok Masela, Rizal Ramli: Terlalu Pagi Bahas Perpanjangan Kontrak

Michael Agustinus - detikFinance
Jakarta - Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli hari ini mengundang jajaran pejabat di Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk membahas Blok Masela, di Laut Arafura, Maluku. Namun, rapat tidak membahas perpanjangan kontrak yang diharapkan oleh Inpex Corporation.

Rapat yang dihadiri Sekjen ESDM Teguh Pamudji, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Djoko Siswanto, dan Deputi Pengendalian Operasi SKK Migas Muliawan, dari pukul 15.00-16.30 WIB ini lebih membahas proyek kilang gas alam cair (LNG) terapung di Lapangan Abadi, Blok Masela.

"Kontrak Inpex di Blok Masela baru berakhir 2028, terlalu pagi untuk membicarakannya sekarang," kata Rizal usai rapat di kantornya, Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Inpex Corporation selaku pemegang saham 60% di Blok Masela mengingkan agar kontraknya di blok tersebut diperpanjang lebih cepat, dari yang harusnya berakhir 2028 diperpanjang jadi 2048. Alasan mengingkan lebih cepat perpanjangan kontrak, karena Inpex siap menanampak investasi puluhan miliar dolar di Masela.

Tapi investasi tersebut terganjal kontrak yang berakhir 2028. Bila tak ada kepastian diperpanjang, menurut perhitungan perusahaan asal Jepang ini investasi yang telah dikeluarkan untuk pengembangan Blok Masela tidak akan ekonomis alias tidak menguntungkan.

Tapi, berdasarkan ketentuan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, kontrak baru dapat diperpanjang 2 tahun sebelum habisnya masa kontrak. Artinya, pemerintah Indonesia paling cepat dapat memperpanjang kontrak Inpex di Blok Masela pada 2026.

"Hari ini kita belum membicarakan itu, terlalu pagi membicarakan kontrak,"‎ tutup Rizal.

(rrd/rrd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed