Bahkan, kalau bisa operasi Blok Masela dipercepat. Sebab, di sekitar Blok Masela ada banyak blok-blok gas besar milik Australia. Ada Lapangan Gorgon, Itchis, dan Prelude di Australia Utara yang akan memulai produksi dalam waktu dekat.
"Mereka sebentar lagi onstream, kalau produksi Blok Masela tertunda, nanti marketnya kalah dari blok-blok di Australia," kata Amien dalam konferensi pers di City Plaza, Jakarta, Selasa (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Blok Masela adalah yang terletak di Laut Arafura memiliki potensi sangat besar. Berdasarkan data Lemigas tahun 2015, cadangan terbukti Blok Masela mencapai 10,73 trillion cubic feet (tcf).
Pada 2024, aliran gas dari Blok Masela diperkirakan mencapai 1.200 mmscfd dan kondensat 24.460 bpd. 70% produksi gas dari blok ini rencananya akan diekspor, terutama ke Jepang. Sisanya 30% akan dialokasikan untuk domestik.
Proyek Blok Masela yang digarap Inpex sudah digarap sejak 1998, namun proyek ini banyak tertunda hingga diperkirakan baru bisa produksi pada 2023 atau 2024.
(rrd/rrd)











































