Transmisi Putus Akibat Pohon Tumbang, 5 Daerah Ini Krisis Listrik

Transmisi Putus Akibat Pohon Tumbang, 5 Daerah Ini Krisis Listrik

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2015 18:37 WIB
Transmisi Putus Akibat Pohon Tumbang, 5 Daerah Ini Krisis Listrik
Jakarta - Lima daerah di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) saat ini mengalami krisis listrik. Penyebabnya akibat jaringan transmisi listrik terputus karena tertimpa pohon besar.

Lima daerah tersebut yakni Poso, Parigi, Sigi, Donggala, dan Palu. Terputusnya aliran listrik dari transmisi 150 kV yang mensuplai listrik dari PLTA Poso menyebabkan daerah tersebut defisit listrik dan mengharuskan PLN melakukan pemadaman secara bergilir.

General Manager PLN Wilayah Suluttenggo, Baringin Nababan mengungkapkan, untuk mengatasi masalah tersebut, PLN telah menerjunkan Tim Gabungan yang petugasnya berasal dari PLN Wilayah Suluttenggo, AP2B Sistem Minahasa, PLN Area Palu, Tim PDKB Manguni serta dari UPK Jaringan Sulawesi II untuk melakukan upaya percepatan recovery pasokan listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mempercepat recovery pemulihan gangguan di 3 tower transmisi 150 kV, telah dibentuk tim gabungan. Tim akan efektif bekerja pada Rabu pagi dan diharapkan pada Rabu sore 1 line telah dapat dioperasikan untuk menyalurkan listrik dari PLTA Poso" jelas Baringin dalam keterangannya, Selasa (22/9/2015).

Ia mengatakan, tumbangnya pohon besar yang berada di sisi tebing yang menimpa jaringan transmisi, karena terjadi kebakaran hutan di daerah Pamona, Poso. Kerusakan yang menimpa 3 tower milik PLN adalah sebagai berikut:

  • Tower 79: 2 line kendor dan beberapa keping isolator pecah.
  • Tower 80: line 1, 3 set Traverse jatuh ke tanah, line 2, 3 set Traverse bengkok ke dalam.
  • Tower 81: line 1, 3 berkas kawat lepas dari isolator.
Dampak dari terganggunya 3 tower tersebut, pasokan listrik dari PLTA Poso ke arah Gardu Induk (GI) Poso sebesar 8 MW, ke GI Tambarana 9 MW, dan juga ke GI Sidera (Palu Baru) yang menyuplai kebutuhan listrik sebesar 24 MW menjadi terkendala.

"Untuk tahap awal, telah dilakukan manuver pola operasi dengan mengalihkan beban GI Tambarana yang disuplai dari GI Parigi, kemudian suplai listrik ke GI Sidera dipasok dari sistem 20 kV Palu. PLN mengoptimalkan suplai dari seluruh pembangkit listrik yang ada (existing) untuk mengurangi defisit daya yang terjadi karena hilangnya untuk sementara waktu pasokan listrik dari PLTA Poso," ungkap Baringin.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang harus dialami masyarakat dan berharap pengertiannya sehubungan kekurangan pasokan listrik yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Tengah," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads