Lima daerah tersebut yakni Poso, Parigi, Sigi, Donggala, dan Palu. Terputusnya aliran listrik dari transmisi 150 kV yang mensuplai listrik dari PLTA Poso menyebabkan daerah tersebut defisit listrik dan mengharuskan PLN melakukan pemadaman secara bergilir.
General Manager PLN Wilayah Suluttenggo, Baringin Nababan mengungkapkan, untuk mengatasi masalah tersebut, PLN telah menerjunkan Tim Gabungan yang petugasnya berasal dari PLN Wilayah Suluttenggo, AP2B Sistem Minahasa, PLN Area Palu, Tim PDKB Manguni serta dari UPK Jaringan Sulawesi II untuk melakukan upaya percepatan recovery pasokan listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, tumbangnya pohon besar yang berada di sisi tebing yang menimpa jaringan transmisi, karena terjadi kebakaran hutan di daerah Pamona, Poso. Kerusakan yang menimpa 3 tower milik PLN adalah sebagai berikut:
- Tower 79: 2 line kendor dan beberapa keping isolator pecah.
- Tower 80: line 1, 3 set Traverse jatuh ke tanah, line 2, 3 set Traverse bengkok ke dalam.
- Tower 81: line 1, 3 berkas kawat lepas dari isolator.
"Untuk tahap awal, telah dilakukan manuver pola operasi dengan mengalihkan beban GI Tambarana yang disuplai dari GI Parigi, kemudian suplai listrik ke GI Sidera dipasok dari sistem 20 kV Palu. PLN mengoptimalkan suplai dari seluruh pembangkit listrik yang ada (existing) untuk mengurangi defisit daya yang terjadi karena hilangnya untuk sementara waktu pasokan listrik dari PLTA Poso," ungkap Baringin.
"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang harus dialami masyarakat dan berharap pengertiannya sehubungan kekurangan pasokan listrik yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Tengah," tutupnya.
(rrd/hen)











































