Kilang LNG Inpex 'Dikepret' Rizal Ramli, Ini Tanggapan Menteri ESDM

Kilang LNG Inpex 'Dikepret' Rizal Ramli, Ini Tanggapan Menteri ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2015 13:25 WIB
Kilang LNG Inpex Dikepret Rizal Ramli, Ini Tanggapan Menteri ESDM
Foto: ilustrasi Reuters
Jakarta - Hari ini, Menteri ESDM Sudirman Said mengumpulkan jajaran SKK Migas dan Direktur Jenderal Migas untuk membahas revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Abadi Blok Masela. Namun, belum ada keputusan final dari Sudirman Said terkait proyek kilang LNG Inpex di Blok Masela. Sudirman baru akan memberi kepastian pada 10 Oktober mendatang apakah proyek ini akan dilanjutkan atau tidak.

"Tindak lanjutnya 10 Oktober, Menteri ESDM akan memberi keputusan terkait (proyek kilang LNG) Blok Masela. Kenapa menunggu 10 Oktober, karena masih perlu dikaji lebih dalam dari segala aspek dan masih dilakukan seminar untuk mengundang pendapat dari para ahli," kata Sekjen Kementerian ESDM, Teguh Pamudji, dalam konferensi pers di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan ESDM, Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja mengungkapkan, bahwa SKK Migas telah memaparkan seluruh opsi untuk revisi PoD Lapangan Abadi Blok Masela yang dioperasikan oleh Inpex Corporation. Pihaknya juga mengundang para ahli untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga undang ahli-ahli yang berkompeten untuk memberi masukan ke kita. Akan kami sampaikan pada Bapak Menteri (Sudirman Said) agar Bapak Menteri bisa memberi keputusan," ujarnya.

Dia menambahkan, proyek kilang LNG Inpex di Blok Masela ini amat penting, harus benar-benar diperhitungkan dari segala sisi. "Kita akan lakukan workshop mulai hari Jumat. Ini project yang sangat kompleks. Opsi-opsi yang ada semuanya akan kita bahas dari segala aspek," tutupnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan kilang terapung (Floating LNG) di Blok Masela baru-baru ini 'dikepret' Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli. Menurut Rizal, proyek FLNG ini tidak memberikan keuntungan maksimal untuk negara, lebih baik diganti saja dengan pembangunan pipa ke Pulau Aru dan kilang LNG di darat (onshore).

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads