Proyek Mobil Listrik Meredup, Bagaimana Nasib SPBU Listrik?

Proyek Mobil Listrik Meredup, Bagaimana Nasib SPBU Listrik?

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 28 Sep 2015 07:48 WIB
Proyek Mobil Listrik Meredup, Bagaimana Nasib SPBU Listrik?
Jakarta - Masih ingat Selo si kuning 'Lamborghini' yang sempat wara-wiri di gelaran KTT APEC 2013 di Bali. Ya, itu mobil listrik yang dibuat anak bangsa Ricky Elson dari proyek mobil listrik mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Saat itu, untuk mendukung program tersebut, PT PLN (Persero) getol membangun sejumlah Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPBLU) di beberapa lokasi.

Kini, setelah program mobil listrik meredup, lantas bagaimana nasib SPBLU saat ini? Dari beberapa titik SPBLU di Jakarta, detikFinance menyambangi salah satu SPBLU yang terletak di Kantor PLN Disjaya, di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta pada Senin (28/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdapat 2 unit SPBLU di halaman depan gedung PLN Jakarta. Kondisinya yang dibiarkan lama membuat alat serupa telepon umum ini berkarat di beberapa bagian. Catnya pun mulai berganti warna karena lama terpapar panas matahari.

Saat dilihat dari dekat, jarum meteran untuk mengukur daya listrik tak lagi berfungsi. Hanya layar indikator yang menyala redup karena masih teraliri listrik. Layar indikator tersebut berfungsi sebagai penghitung daya listrik yang didapat sesuai dengan uang koin yang dimasukan.

Ketika detikFinance mencoba memasukan uang koin nominal Rp 500, layar indikator langsung menunjukan daya listrik yang didapat. Namun, begitu mencolok charger ponsel ke dalam slot yang berada di bagian bawah, tak ada aliran listrik sama sekali yang mengalir ke handphone.

Djafar, salah seorang petugas keamanan PLN yang berjaga di PLN Disjaya, bahkan tak tahu menahu fungsi alat yang berjarak 20 meter dari pos jaganya tersebut.

"Jangan tanya saya mas. Malah saya nggak tahu itu alat fungsinya untuk apa. Dari saya dipindahin ke sini setahun lalu saya cuek aja sama itu (SPBLU). Malah saya baru sekarang tahu itu alatnya buat nge-charger," katanya.

Djafar mengaku, dirinya tak mengetahui sejak kapan alat itu ada di tempatnya. "Saya nggak perhatikan. Fungsinya buat apa saya juga nggak tahu, tahunya saya pindah ke sini itu sudah ada itu," jelasnya.

Tidak hanya di Kantor PLN Disjaya saja, PLN juga membangun SPBLU listrik ini saat gelaran KTT APEC di Nusa Dua, Bali pada 2013 lalu. Namun, terakhir kali lokasi SPBLU itu malah hanya menjadi lahan parkir kendaraan seperti mobil dan bus.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads