SPLU yang telah terlanjur terbangun akhirnya mangkrak. Sebagian beralih fungsi jadi lahan parkir. Seperti SPLU yang ada di kantor PLN Disjaya, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta. Ada 2 unit SPLU di kantor PLN yang melayani listrik untuk kawasan Jakarta dan Tanggerang tersebut.
Meski masih hidup, charger mobil listrik ini tak bisa dipakai karena colokan dayanya tak berfungsi sama sekali. Beberapa bagian SPLU terlihat berkarat, lapisan cat SPLU yang didominasi warna biru pun sudah memudar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya sih 2 tahunan lalu masih ada yang pakai terakhir. Tahun lalu saya baru dipindah ke sini, yang pakai juga katanya hanya satu dua mobil sehari. Sekarang kan jadi parkir saja itu," kata Djafar, Kamis (24/9/2015).
Djafar mengungkapkan, dirinya bahkan tak mengetahui kalau alat yang mirip telepon umum koin yang biasa ditemukan di pinggir jalan tersebut merupakan charger mobil listrik. "Malah saya baru sekarang itu alatnya buat nge-charger," ucapnya.
Seperti diketahui, dua SPLU tersebut dibangun pada Agustus 2012 lalu, saat itu Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meresmikannya. Ia menargetkan untuk tahap awal ada 24 SPLU yang tersebar di kantor, mal, dan lainnya. SPLU tersebut diperuntukkan untuk mengisi baterai kendaraan listrik.
(rrd/rrd)











































