Saat detikFinance menyambangi kantor Kementerian ESDM pada Kamis (24/9/2015) lalu, semua petugas keamanan yang berjaga di pos keamanan tak tahu menahu jika ada fasilitas SPLU di tempat mereka berjaga.
"Malah kita nggak tahu ada yang namanya SPLU di sini, atau charger mobil listrik atau apa kita baru dengar," kata seorang petugas keamanan yang tidak bersedia disebutkan namanya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandeknya proyek mobil listrik yang digagas Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan membuat infrastruktur pendukungnya seperti SPLU terbengkalai. Padahal saat itu 5 (lima) 'putra petir' seperti Ricky Elson, Danet dan lainnya sudah berhasil menciptakan Selo si kuning 'Lamborghini', Tucuxi si merah 'Ferarri' hingga sepeda motor listrik eSupermoto karya Mario Rivaldi.
SPLU sendiri merupakan tempat pengisian listrik bagi peralatan listrik seperti handphone, laptop, berbagai gadget elektronik lainnya, termasuk kendaraan listrik (mobil, sepeda, dan motor listrik) dengan kemampuan mengalirkan arus sampai dengan 32 A (7040 VA).
Dengan menggunakan uang koin yang berlaku, pengguna dapat mendapatkan energi listrik dengan daya dan rentang waktu tertentu. Sistem kerja SPLU mirip seperti sistem kerja telepon umum. Dengan listrik yang didapat sesuai dengan koin yang dimasukan.
(rrd/rrd)











































