"Target kita satu Oktober sudah bisa dioperasikan, sambil menyelesaikan permasalahan yang lain seperti administrasi. Tapi satu Oktober kita harapkan sudah bisa beroperasi," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto ketika ditanya soal kilang TPPI, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).
Dwi mengatakan, dengan beroperasinya kilang TPPI tersebut, Pertamina dapat menambah produksi listrik 80.000 barel per hari, sehingga dapat mengurangi jumlah impor BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah pembelian saham yang masih dikuasasi beberapa investor, ditargetkan bisa diselesaikan di pertengahan Oktober.
Seperti diketahui, porsi saham di TPPI sekarang adalah Pertamina 26,61%, Kementerian Keuangan sebesar 25%, Agro Capital BV dan Agro Global Holdings BV sebanyak 22% dan 2% dimiliki Sojitz dan Itochu. Agro Capital merupakan perusahaan asal Belanda.
"Nanti kita harapkan bisa segera selesai di pertengahan Oktober. Yang penting 1 Oktober mulai beroperasi. Ini aset yang bagus tapi sudah lama tidak termanfaatkan," tutup Dwi.
Sebelumnya, Pertamina sempat mendapat peringatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ketika ingin mengoperasikan kembali kilang TPPI.
(rrd/hen)











































