Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, dengan beroperasinya kilang TPPI, Pertamina mendapat tambahan produksi BBM sebanyak 80.000-100.000 barel per hari. Jumlah tersebut dapat mengurangi kebutuhan impor BBM sebanyak 10%.
"TPPI akan produksi 80.000-100.000 barel per hari. Jadi karena itu, impor BBM kita sekitar 700.000 barel per hari, kira-kira itu 10% (berkurang), cukup besar," ungkap Dwi ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (28/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita beli dolar itu US$ 70-80 juta per hari, kalau sepersepuluh kira-kira sekitar US$ 10 juta per hari. Cukup bagus," katanya.
"Jadi target kita 1 Oktober ini TPPI bisa segera beroperasi," tutupnya.
(rrd/hen)











































