Berdasarkan data Reuters, harga minyak hari ini untuk jenis Brent turun 1,36% menjadi US$ 47,94 per barel, sedangkan jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 1,18% menjadi US$ 45,16 per barel.
"Ya memang di satu pihak kalau harga minyak turun, di satu sisi kita membayar lebih sedikit subsidi BBM, namun di sisi lain pendapatan negara juga turun," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution ditemui di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (28/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya tidak ada yang 100% benar atau 100% salah, apalagi kalau persoalan pergerakan naik-turunnya harga minyak ini kecil," katanya.
Seperti diketahui, turunnya harga minyak tersebut berdampak pada anjloknya penerimaan negara di sektor hulu migas. Dalam APBN 2015, penerimaan migas diperkirakan Rp 224,2 triliun yang meliputi minyak sebesar Rp 170,3 triliun dan gas Rp 53,9 triliun. Itu dengan asumsi ICP sebesar US$ 105 per barel.
Angka tersebut direvisi APBN Perubahan 2015 penerimaan negara hulu migas ditargetkan hanya sebesar US$ 14,99 miliar atau sekitar Rp 198 triliun.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, hingga semester I-2015, penerimaan negara di sektor migas baru mencapai US$ 7 miliar.
(rrd/ang)











































