Ahok Mau Semua Mobil Dinas DKI Pakai Bahan Bakar Gas

Ahok Mau Semua Mobil Dinas DKI Pakai Bahan Bakar Gas

Ayunda Windyastuti Savitri - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2015 14:50 WIB
Ahok Mau Semua Mobil Dinas DKI Pakai Bahan Bakar Gas
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menargetkan kendaraan di Ibu Kota secara bertahap bisa beralih ke bahan bakar gas (BBG), salah satunya dengan compressed natural gas (CNG). Tidak hanya kendaraan umum untuk transportasi, tetapi juga kendaraan pribadi termasuk kendaraan dinas.

"Target kita itu kendaraan di Jakarta itu nanti populer, jadi terbiasa memakai CNG. Kan nanti kalau beli mobil dinas buat gubernur, mau Camry atau apa jangan yang hybrid deh," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

Ahok juga ingin seluruh mobil dinas Pemprov DKI menggunakan BBG. Hal ini juga sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mobil berbahan bakar gas aman digunakan dan ramah lingkungan. Tak hanya itu, penggunaan BBG juga sudah diamanatkan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mobil dinas kita mau dorong nih semua mobil dinas kalau kita beli Toyota Vios atau Toyota Altis kita mau yang CNG. Bahkan saya mau mulai mobil dinas Toyota Camry misalnya tahun depan kita mau coba, gubernur saja pakai mobil CNG kan presepsi orang CNG bisa meledak atau apalah. Itu yang harus kita promosi, tahun depan kita anggarkan," urainya.

"Tapi sebetulnya tahun depan kita nggak anggarkan untuk beli mobil karena promosi CNG ya sudah kita beli saja, mungkin ada harga khusus kali. Kan harga promosi," kata Ahok sambil tersenyum.

Ahok menyebut, alasan dirinya mendorong pakai BBG karena gas merupakan sumber daya yang paling melimpah di Indonesia. Oleh sebab itu, jika banyak yang menggunakan maka bisa menambah devisa dalam negeri.

"Justru yang melimpah di tanah air ini adalah gas jadi kalau pakai CNG kita pakai produk bangsa Indonesia, kalau kamu pakai motor kamu saja nggak pakai produk bangsa Indonesia. Itu kilang (minyaknya) kita impor dan terlalu mahal. Cadangan alam kita itu paling banyak adalah gas, itu yang kita mau dorong," lanjutnya.

(aws/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads