"Target kita itu kendaraan di Jakarta itu nanti populer, jadi terbiasa memakai CNG. Kan nanti kalau beli mobil dinas buat gubernur, mau Camry atau apa jangan yang hybrid deh," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).
Ahok juga ingin seluruh mobil dinas Pemprov DKI menggunakan BBG. Hal ini juga sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mobil berbahan bakar gas aman digunakan dan ramah lingkungan. Tak hanya itu, penggunaan BBG juga sudah diamanatkan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sebetulnya tahun depan kita nggak anggarkan untuk beli mobil karena promosi CNG ya sudah kita beli saja, mungkin ada harga khusus kali. Kan harga promosi," kata Ahok sambil tersenyum.
Ahok menyebut, alasan dirinya mendorong pakai BBG karena gas merupakan sumber daya yang paling melimpah di Indonesia. Oleh sebab itu, jika banyak yang menggunakan maka bisa menambah devisa dalam negeri.
"Justru yang melimpah di tanah air ini adalah gas jadi kalau pakai CNG kita pakai produk bangsa Indonesia, kalau kamu pakai motor kamu saja nggak pakai produk bangsa Indonesia. Itu kilang (minyaknya) kita impor dan terlalu mahal. Cadangan alam kita itu paling banyak adalah gas, itu yang kita mau dorong," lanjutnya.
(aws/rrd)











































