Demikian diungkapkan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10/2015).
Rapat dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini ratas dalam persiapan meluncurkan paket kebijakan awal Oktober yang akan disampaikan minggu depan. Paketnya sedang digodok di bawah koordinasi Menko Perekonomian. Tapi pada prinsipnya, paket yang akan dikeluarkan ketiga kurang lebih substansi, dan juga narasi dan juga substansinya mudah-mudahan nendangnya itu sama dengan yang kedua," jelas Pramono.
Rapat tadi juga sengaja menghadirkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto, dan Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir. Karena Presiden meminta dalam paket tersebut, ada pengumuman penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan harga listrik industri.
"Tadi juga dipanggil Dirut PLN dan Pertamina. Presiden minta PLN dan Pertamina, Menkeu, Menko perekonomian untuk menghitung kembali terutama BBM Premium serta listrik industri, kita tunggu sampai dengan minggu depan, apakah perhitungannya itu ada yang bisa dihemat, atau tidak nanti kami umumkan. perhitungan itu juga menjadi bagian dari paket kebijakan minggu depan," paparnya.
Paket kebijakan yang diumumkan beberapa hari lalu, memang direspons positif oleh investor di pasar keuangan. Tercatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak hijau dan nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Karena kami mengetahui, respons publik dan dunia usaha terrhadap paket kedua sungguh baik. Dan ini membuat ekonomi kita terutama ketika turbulensi global seperti ini membuat kita bisa menjadi positif dalam satu dua tiga hari ini. Mudah-mudahan nanti paket ke depan yang akan diumumkan mempunyai dampak yang sama," ujar Pramono.
(mkl/dnl)











































