Pertemuan ini juga mengawali pertemuan puncak tingkat menteri energi pada G20 Energy Ministers Meeting, yang diadakan Jumat (2/10/2015) di Istanbul Turki.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Energi Turki, Ali Reza memberikan apresiasi atas kehadiran Indonesia yang dinilai memiliki peran strategis di sektor energi di antara negara-negara G20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Sudirman Said menegaskan, bahwa sangat besar peluang Indonesia untuk mengekspor LNG ke Turki, karena Indonesia masih memiliki sejumlah uncommitted (belum memperoleh pembeli) kargo LNG.
"Kita sepakat akan segera membentuk tim kerja untuk menjajaki kerja sama jual-beli LNG antara Indonesia dan Turki, dalam satu atau dua minggu ini akan segera meeting Tim Kerja ini, akan difasilitasi oleh Dubes kita, dan selain dari kementerian juga akan melibatkan SKK Migas" ungkap Sudirman Said kepada detikFinance, Kamis (1/10/2015).
Selain itu, pertemuan bilateral tersebut pihak Turki juga menyampaikan kerja sama di luar energi seperti industri pertahanan dan pembangunan kapal laut.
Di bidang energi baru terbarukan, Turki yang memiliki kapasitas terpasang sekitar 4.000 MW dari sumber tenaga angin, menawarkan kerja sama dalam transfer teknologi energi ramah lingkungan ini. Di bidang panas bumi, Turki berharap tahapan kerjasama berupa survei lapangan yang saat ini tengah berlangsung bisa terus ditingkatkan ke tahap konstruksi dan produksi.
(rrd/hen)











































