Harga Minyak RI September Naik Tipis, Jadi US$ 43,13/Barel

Harga Minyak RI September Naik Tipis, Jadi US$ 43,13/Barel

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2015 14:27 WIB
Harga Minyak RI September Naik Tipis, Jadi US$ 43,13/Barel
Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada September 2015 berdasarkan perhitungan Formula Indonesia Crude Price (ICP) mencapai US$ 43,13 per barel, naik tipis US$ 0,31 per barel, dari US$ 42, 81 per barel pada bulan sebelumnya.

Sebaliknya, harga Minas/SLC turun US$ 0,25 per barel, dari US$ 43,21 per barel pada Agustus, menjadi US$ 42,96 per barel pada September 2015.

Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2015), perubahan harga minyak mentah tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Faktor- faktor yang memperkuat harga minyak di Pasar Dunia:

  • IEA (International Energy Agency) dan OPEC pada publikasi September 2015 merevisi naiknya permintaan minyak mentah pada kuartal III-2015 dibandingkan publikasi Agustus 2015.
  • Berdasarkan publikasi OPEC MOMR September 2015, proyeksi produksi minyak mentah negara-negara non-OPEC pada Semester II-2015 direvisi turun sebesar 0,02 juta barel per hari pada kuartal III-2015 dan 0,1 juta barel per hari pada kuartal IV-2015.
  • Menurut laporan mingguan EIA, tingkat stok minyak mentah sektor komersial Amerika Serikat akhir bulan September 2015 lebih rendah 1,4 juta barel dibandingkan dengan stok pada akhir bulan Agustus 2015.
  • Berdasarkan laporan mingguan Baker Hughes, Oil Rig Count di Amerika Serikat turun selama empat minggu berturut-turut di September 2015 hingga mencapai 35 rig.
2. Faktor-faktor yang memperlemah harga minyak di Pasar Dunia :

  • Berdasarkan publikasi MOMR OPEC September 2015, produksi minyak mentah OPEC pada Agustus 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Juli 2015 sebesar 0,013 juta barel per hari menjadi 31,54 juta barel per hari.
  • Berdasarkan publikasi MOMR OPEC September 2015, pertumbuhan perekonomian dunia tahun 2015 direvisi turun 0,1% menjadi 3,1% dibandingkan publikasi Agustus 2015 sebesar 3.2% dipicu oleh perlambatan perekonomian dari negara-negara Brazil, Rusia, India, China, dan Jepang.
  • Menurut laporan mingguan EIA, tingkat stok gasoline dan distillate Amerika Serikat akhir September 2015 mengalami peningkatan dibandingkan akhir Agustus 2015, masing-masing sebesar 4,6 juta barel dan 1,9 juta barel.
3. Faktor-faktor yang memperkuat harga minyak di Pasar Asia Pasifik :

  • Peningkatan permintaan naphta dan gas/diesel oil untuk industri petrochemical di Korea Selatan.
  • Potensi peningkatan permintaan Kondensat dari Indonesia, sesuai dengan rencana akan beroperasinya Kilang TPPI (kapasitas 0,1 juta barel per hari) mulai bulan Oktober 2015.
4. Faktor-faktor yang memperlemah harga minyak di Pasar Asia Pasifik :

  • Penurunan impor minyak mentah China di bulan Agustus 2015 sebesar 4.1 juta mt (eq. 34.645 juta barel) dibandingkan bulan Juli 2015.
  • Penurunan permintaan minyak mentah jenis direct burning karena menurunnya intake pembangkit listrik di Jepang.
Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan September 2015 dibandingkan bulan Agustus 2015 mengalami perubahan yang variatif, sehingga perkembangannya menjadi sebagai berikut :

  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 2,58 per barel dari US$ 42,89 per barel menjadi US$ 45,47 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 0.33 per barel dari US$ 48.21 per barel menjadi US$ 48,54 per barel.
  • Basket OPEC turun sebesar US$ 0,58 per barel dari US$ 45,46 per barel menjadi US$ 44,89 per barel.
Harga minyak Indonesia ini atau ICP berpengaruh besar pada penerimaan negara di sektor hulu migas, selain itu juga menjadi acuan dar perhitungan tarif listrik PLN bagi pelanggan tariff adjustment (penyesuaian tarif).

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads