Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di kantornya, Jakarta, Jumat (2/10/2015).
"Penurunan jangan untuk popularitas saja, tapi harus betul-betul mencerminkan akuntabilitas yah, dan juga mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Jadi kalau mau review setiap 6 bulan yah konsisten review 6 bulan ditentukan. Harus lakukan dengan disiplin, yang penting konsisten mau naik ya naik, kalau memang turun ya silakan turun," papar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti yang akan terjadi, hanya ada sedikit penurunan BBM, sedikit tapi kredibilitas turun, kita kehilangan kepercayaan," jelas Agus.
Karena itu, pemerintah nantinya harus membuka perhitungan harga bensin Premium dengan transparan, bila memang memutuskan ada penurunan harga yang dilakukan.
"Yang penting perhitungan harus transparan dan bagaimana dijelaskan perhitungannya. kalau memang hitung-hitungan sudah memungkinkan diturunkan silakan diturunkan," kata Agus.
Jadi maksud Agus, pemerintah harus menjaga kredibilitasnya dalam pengambilan sebuah kebijakan. Kemudian bisa menjalankan kebijakan tersebut dengan konsisten, seperti penetapan harga bensin Premium ini.
(dnl/ang)











































