Gubernur BI: Penurunan Harga Bensin Premium Jangan Untuk Popularitas

Gubernur BI: Penurunan Harga Bensin Premium Jangan Untuk Popularitas

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2015 15:23 WIB
Gubernur BI: Penurunan Harga Bensin Premium Jangan Untuk Popularitas
Jakarta - Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan harapannya agar harga BBM jenis Premium bisa turun, dan masuk dalam paket kebijakan ekonomi jilid III. Jangan sampai penurunan harga Premium hanya sekadar cari popularitas.

Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di kantornya, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

"Penurunan jangan untuk popularitas saja, tapi harus betul-betul mencerminkan akuntabilitas yah, dan juga mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Jadi kalau mau review setiap 6 bulan yah konsisten review 6 bulan ditentukan. Harus lakukan dengan disiplin, yang penting konsisten mau naik ya naik, kalau memang turun ya silakan turun," papar Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Menteri Keuangan ini mengatakan, harga bensin Premium bisa diturunkan bila memang perhitungannya sesuai. Bila tidak sesuai perhitungan, penurunan harga tidak boleh dipaksakan.

"Nanti yang akan terjadi, hanya ada sedikit penurunan BBM, sedikit tapi kredibilitas turun, kita kehilangan kepercayaan," jelas Agus.

Karena itu, pemerintah nantinya harus membuka perhitungan harga bensin Premium dengan transparan, bila memang memutuskan ada penurunan harga yang dilakukan.

"Yang penting perhitungan harus transparan dan bagaimana dijelaskan perhitungannya. kalau memang hitung-hitungan sudah memungkinkan diturunkan silakan diturunkan," kata Agus.

Jadi maksud Agus, pemerintah harus menjaga kredibilitasnya dalam pengambilan sebuah kebijakan. Kemudian bisa menjalankan kebijakan tersebut dengan konsisten, seperti penetapan harga bensin Premium ini.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads