Menteri ESDM Masih Kaji Plus Minus Bila Harga BBM Turun

Menteri ESDM Masih Kaji Plus Minus Bila Harga BBM Turun

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2015 21:45 WIB
Menteri ESDM Masih Kaji Plus Minus Bila Harga BBM Turun
Jakarta - Pemerintah sedang menyusun paket kebijakan ekonomi jilid III sebagai stimulus untuk menggairahkan perekonomian Indonesia yang sedang melambat. Salah satunya wacana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kementerian ESDM baru diminta untuk mengkaji kemungkinan perubahan harga BBM. Sebenarnya tidak ada sama sekali perintah menurunkan harga," kata Menteri ESDM Sudirman Said kepada detikFinance, Jumat (2/10/2015).

Sebagai penanggung jawab sektor energi, dirinya meminta Tim ESDM dan PT Pertamina (Persero) untuk mengkaji manfaat dan mudarat (plus minus), bila harus melakukan penurunan harga BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yakin kebijakan terbaik apapun, adalah yang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan mudaratnya (kerugian). Dan Pak Presiden sepanjang interaksi saya selama ini, selalu menghormati judgement profesional," ungkapnya.

Sudirman menambahkan tidak hanya Kementerian ESDM saja yang diminta untuk mencari stimulus bagi rakyat, tapi seluruh kementerian diminta untuk mencari terobosan agar dapat menggairahkan perekonomian yang sedang melambat saat ini.

"Yang saya tangkap, Presiden sedang terus mencari berbagai solusi bagaimana cara menggairahkan perekonomian yang sedang melambat, kepada semua Menteri diminta memikirkan stimulus ekonomi sesuai dengan bidang masing-masing," tutup Sudirman.


Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sempat bertanya kepada para menteri dan juga PT Pertamina (Persero) soal kemungkinan penurunan harga bensin Premium. Ini terkait paket kebijakan ekonomi jilid III yang akan dikeluarkan.

"Saya kan bertanya apakah mungkin ada kemungkinan (harga Premium turun), masih dalam kalkulasi. Dilaporkan nanti hari Senin kepada saya. Lapornya hari Senin. Kalau bisa, ya berarti nanti diumumkan. Kalau tidak bisa pun juga akan diumumkan," tutur Jokowi saat mengunjungi Gudang Bulog, kemarin.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads