Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Listrik 35.000 MW Agung Wicaksono mengatakan, sampai saat ini prosesnya proyek tersebut masih berjalan.
"Sampai hari ini, yang sudah terbangun termasuk kuartal sebelumnya adalah 1.500 mw. Untuk tanda tangan kontrak sudah mencapai 6.000 mw. Memang ada progress, namun masih banyak hal yang harus dicapai," katanya usai diskusi di Jakarta, Minggu (4/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya bukan 35.000 MW, tapi plus dengan 7.000 MW yang sudah dibangun jadi 42.000 MW. Tapi apakah itu bisa segera selesai sehingga pemadaman (listrik) bisa dihentikan langsung? Jadi pelan-pelan defisit akan teratasi kalau jangka waktu singkat tidak bisa tertangani, yang bisa cepat dengan pembangkit sewa tapi harganya mahal dan butuh subsidi banyak," katanya.
Ia mengatakan asumsi pertumbuhan kebutuhan listrik di Indonesia tiap tahun sebesar 6-7%. Sehingga pemerintah harus menyediakan tambahan listrik dengan pertumbuhan 8,7% tiap tahun.
Daerah yang saat ini kekurangan listrik adalah wilayah Indonesia bagian timur. Ada alasa khusus mengapa wilayah timur selalu kekurangan listrik.
"Alasan yang pertama adalah soal infrastruktur masih kurang untuk listrik. Terutama daerah kepulauan, banyak pulau kecil yang punya 100 kepala keluarga dan untuk menjangkaunya belum ada upaya," katanya.
(ang/ang)











































