BPH Migas Bantah SPBU Asing Hanya Mau Beroperasi di Kota Besar

BPH Migas Bantah SPBU Asing Hanya Mau Beroperasi di Kota Besar

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 05 Okt 2015 12:46 WIB
BPH Migas Bantah SPBU Asing Hanya Mau Beroperasi di Kota Besar
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membantah SPBU Asing enggan beroperasi di pelosok daerah khususnya di Indonesia Timur, dan hanya mau mengincar kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya.

Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Someng mengatakan, konsumsi BBM di Indonesia Timur termasuk besar, bahkan masyarakat di pelosok rela membeli BBM lebih mahal dari harga yang ditentukan.

"SPBU asing nggak juga hanya incar kota besar karena konsumsi BBM-nya banyak, di Indonesia Timur itu gedo loh (konsumsi BBM), apalagi dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi belakangan di sana besar," ungkap Andy kepada detikFinance, ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (5/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengungkapkan ketidakadilan dalam bisnis distribusi BBM melalui SPBU di dalam negeri.

Ia menyoroti izin dan operasi SPBU asing yang hanya beroperasi di kota-kota besar tanah air seperti DKI Jakarta. Di sisi lain, Pertamina harus mendistribusikan BBM dari kota besar hingga ke daerah pelosok.

Menurut Andy, keberadaan SPBU-SPBU asing yang hanya berada di kota besar bukan semata pertimbangan aspek bisnis, melainkan karena beberapa pertimbangan teknis operasional dalam distribusi BBM.

"Pertama struktur pasar, dalam pemberian izin yang berkaitan dengan SPBU saingan (Pertamina) itu diatur Pemda, bukan oleh BPH Migas. Misalnya ada Total atau Shell di suatu daerah bukan karena di atur BPH Migas, itu karena Pemda yang berikan izin lokasi," jelas Andy.

Untuk mendorong SPBU asing beroprasi di daerah non-kota besar, sambung Andy, pemerintah harus membenahi struktur pasarnya terlebih dahulu, khususnya dalam perizinan dari Pemda.

"Makanya kalau kita mau mendorong SPBU non-Pertamina ke daerah harus ada struktur pasar yang harus diperbaiki. Dalam artian bahwa ketersediaan di daerah tidak melulu di dalam perizinan dihambat, mungkin daerah menghambat untuk pembangunan (SPBU asing) itu alias tak mau ada SPBU asing di daerahnya," ujarnya.

Selain itu kata Andy, struktur pasar yang harus diperbaiki adalah ketersediaan dan rantai pasok distribusi BBM ke daerah yang selama ini masih didominasi Pertamina.

"Kedua terus kaitanya dengan adanya supply chain. Jadi rantai pasok itu di mana bisa menempatkan logistik, di mana kapalnya, di mana storage-nya, harus ada detailnya," tutup Andy.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads