Perusahaan ini menargetkan, mulai tahun depan sudah bisa menjual produk mobil listriknya ke masyarakat, dengan target 1.000 unit per tahun.
Komisaris PT Grain, Sendjaya tetap optimistis dengan proyek mobil listrik dan produknya akan diterima oleh masyarakat. Walaupun sebelumnya ada masalah hukum dalam pengembangan mobil listrik yang didorong mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pihaknya sangat optimis dengan pasar mobil listrik di Indonesia, apalagi dalam uji coba selama 2 tahun terakhir, hasilnya sangat memuaskan.
"Tentu kita optimis, mobil yang kita buat dari uji coba selama 2 tahun hasilnya sangat baik, kekurangannya kita terus perbaiki. Mobil listrik ini sangat hemat bahan bakar, dan dari pembeli mobil listrik ini seperti PLN, Pelindo sampai pemerintah, hasilnya minim sekali perawatan," katanya.
Sendjaya menambahkan, untuk tahap awal pihaknya akan menjual ke masyarakat di dalam satu kawasan atau kota, misalkan di Surabaya. "Kita bangun bengkel dan service di banyak tempat, sehingga kalau masyarakat yang beli ada kendala dengan mobil listriknya, kita cepat bisa tangani, itu kunci kalau mobil listrik mau laku," ungkapnya.
Saat ini kata Sendjaya, pihaknya telah memiliki beberapa produk mobil listrik, mulai dari jenis MPV, APV, city car, hingga pick up dan minibus.
"Kapasitas produksi kita 20.000 unit per tahun. Harganya nanti sekitar Rp 100 juta-Rp 250 juta," tutupnya.
Berikut penampakan mobil listrik buatan PT Grain:


(rrd/hen)











































