"Saya nggak mau sebut perusahaanya. Mereka mau bangun floating plant apung setinggi 3 kali Monas (Monumen Nasional) yang sangat besar," kata Rizal dalam konferensi pers usai Seminar 'Kesiapan Bangsa dan Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional' di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (7/10/2015)
Pasalnya, setelah ia cek data proyek tersebut, angka-angkanya banyak yang mentah dan ngawur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal mengaku, sore ini ia akan didatangi perwakilan warga Maluku yang menolak proyek tersebut.
"Jam 4 sore nanti rekan-rekan Maluku akan datang ke kantor saya. Mereka tidak terima, mereka tidak mau penjarahan ikan terulang kali ini untuk gas," ucapnya.
"Untuk itu tidak bisa bangun floating atau kilang apung. Ada Pulau Saumlaki di sekitarnya yang bisa dikembangkan jadi kota lebih besar dari Balikpapan. Bisa jadi pusat kegiatan Indonesia Timur bila kilang di Bangun di darat," tambah Rizal.
Seperti diketahui, proyek kilang tersebut digarap Inpex Corporation selaku operator pengelola Blok Masela. Saat ini Inpex Corporation menguasai 60% saham di Blok Masela. Sedangkan Shell 30% dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguasai saham 10%.
Bila mengacu ucapan Rizal yang menyebut proyek kilang LNG ini setinggi 3 kali Monas, maka dengan tinggi Monas 117 meter, artinya kilang ini memiliki ketinggian 351 meter.
(rrd/ang)











































