Penurunan harga minyak solar ini berlaku setelah 3 hari diumumkan hari ini. Dari Rp 6.900/liter menjadi Rp 6/700/liter.
Kementerian ESDM mengungkapkan, bahwa penurunan sebesar Rp 200/liter tersebut berasal dari efisiensi-efisiensi yang dilakukan Pertamina, misalnya dari sistem dan rantai distribusi. Penurunan harga seluruhnya berasal dari efisiensi Pertamina, tidak ada yang berasal dari pengurangan pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menurunkan harga solar, bukan premium, karena harga premium saat ini sebesar Rp 7.300/liter masih di bawah keekonomian. Sekalipun Pertamina melakukan efisiensi-efisiensi, harga premium tetap tidak bisa di atas tingkat keekonomian.
"Premium kan sekarang harganya masih di bawah keekonomian, walaupun dilakukan efisiensi harga sekarang tetap masih di bawah keekonomian," ucapnya.
(rrd/rrd)











































