Melihat Lebih Dekat PLTA Terbesar di Indonesia yang Dibangun di Perut Bumi

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2015 19:31 WIB
Foto: Idris/detikFinance
Jakarta - PLTA Cirata merupakan pembangkit listrik bertenaga air (PLTA) terbesar di Indonesia. Berlokasi di Desa Cadas Sari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang 1.008 Mega Watt (MW).

Yang unik, pembangkit listrik ini ternyata berada di kedalaman 200 meter dari permukaan tanah. Pembangkit ini dibangun jauh berada di dalam perut bumi yang dilubangi. Hal ini membuat fasilitas pembangkit hanya bisa diakses lewat terowongan dengan panjang sekitar 1 kilometer.

Sore ini, Rabu (14/10/2015), detikFinance bersama sejumlah wartawan dari Jakarta berkesempatan mengunjungi generator dan turbin (power house) di perut bumi tersebut.

Hanya ada 8 orang karyawan yang mengoprasikan 8 turbin yang masing-masing menghasilkan daya 126 MW tersebut. Di kedalaman 200 meter, ada 3 lantai yang masing-masing memiliki panjang 800 meter, dan lebar sekitar 20 meter.

Lantai pertama merupakan tempat generator. Sementara lantai kedua merupakan tempat kendali dan pengaturan air, serta lantai terbawah merupakan tempat turbin dan pipa-pipa yang mengalirkan air dari Waduk Cirata guna memutar turbin.

Iwan Ridwan, Senior Supervisor Manajemen Mutu, Risiko, dan Kepatuhan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) mengatakan, PLTA yang dibangun tahun 1983 ini bukan pembangkit utama dalam jaringan listrik Jawa-Bali.

"Hanya sebagai cadangan ketika ada masalah dengan pembangkit yang tenaga uap atau gas, ketika bermasalah, berhenti beroperasi. Dan kita hanya beroprasi ketika ada permintaan dari PJB pusat. Jadi, sehari hanya 1-3 turbin yang jalan saat kemarau. Kecuali musim hujan kita operasikan semua turbin," jelas Iwan kepada detikFinance.

Iwan mengungkapkan, seandainya 8 turbin beroprasi secara penuh pun, PLTA terbesar ini hanya bisa menyuplai sekitar 4% dari kebutuhan listik di Jawa-Bali.

"Makanya kita hanya sebagai pembangkit back up saat pembangkit lain ada masalah. Kita serap lah istilahnya agar di Jawa ini tak mati lampu. Kita hanya 4% dari beban puncak Pulau Jawa yang mencapai 23.000 MW. Kita hanya 1.008 MW, kecil sekali," terangnya.

Menurut Iwan, konstruksi PLTA Cirata dibangun oleh Jepang dan memiliki umur konstruksi hingga 250 tahun. Sementara fasilitas pembangkit, khususnya turbin dibuat oleh Austria.

(drk/drk)