Ini Awal Mula PLTA Terbesar di ASEAN Dikepung Ribuan Keramba Ikan

Ini Awal Mula PLTA Terbesar di ASEAN Dikepung Ribuan Keramba Ikan

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2015 12:00 WIB
Ini Awal Mula PLTA Terbesar di ASEAN Dikepung Ribuan Keramba Ikan
Purwakarta - Tak hanya Waduk Saguling, Waduk dan PLTA Cirata di Purwakarta, Jawa Barat, saat ini kondisinya sedang 'sekarat'. Kepungan keramba ikan milik warga membuat PLTA terbesar di ASEAN ini membuat tingkat pendangkalan atau sedimentasi semakin parah.

Bagaimana cerita awalnya Waduk Cirata ini bisa dikepung ribuan keramba ikan?

Seperti diketahui, di atas waduk Cirata seluas 6.200 hektar tersebut, tercatat ada 68.000 petak keramba ikan, padahal yang diberi izin sebenarnya hanya 3.000 petak keramba saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agustian, Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) mengungkapkan, awal mula berdirinya keramba di atas waduk bermula dari kompensasi pada warga yang lahannya tergusur saat pembangunan waduk tahun 1983.

"Awalnya untuk pemberdayaan masyarakat. Saat itu yang kena gusur diberi pilihan, transmigrasi ke luar Jawa atau dapat izin aquaculture dengan keramba apung di atas waduk," jelas Agustian pada detikFinance, di Waduk Cirata, Purwakarta, Kamis (15/10/2015).

Lewat SK Gubernur Jawa Barat, keramba apung di Cirata hanya dibatasi maksimal 12.000. Namun kemudian membengkak menjadi 68.000 petak karena banyaknya pendatang di luar warga asli yang terkena gusuran.

"Over populasi setelah banyak pendatang. Dampaknya sedimentasi akibat pakan ikan yang mencapai di atas 7 juta ton setahun, dari batas maksimal 5,6 juta ton. Yang kasih izin dan pengawasan itu Pemda, bukan PLN," terang Agustian.

Mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2011, penertiban hanya bisa dilakukan Satpol PP dan PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) di bawah bupati dan gubernur.

"Meski waduk kami yang mengelola, kita angkat tangan kalau menertibkan," pungkasnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads