"Duta Besar Denmark belum lama ini datang. Sebenarnya terkait rencana Ratu mereka mau datang ke Indonesia kemudian ada juga terkait negosiasi PLN untuk membangun listrik kincir angin," ujar Rini di sela kunjungan kerjanya di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/10/2015).
Denmark mengusulkan pembangkit listrik tenaga angin di Sulawesi. Listrik tenaga angin ini, ujar Rini, ditargetkan mampu menghasilkan listrik 100 sampai 200 mw.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Rini belum mau membeberkan lebih rinci terkait rencana tersebut karena Denmark masih sebatas menyatakan minat. Sementara itu, eksekusi proyek akan dibicarakan lebih lanjut bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Meski demikian, Rini menekankan PLN akan menjadi pemegang mayoritaspada proyek listrik berpenggerak kincir angin itu.
"Karena menurut Undang-undang, mayoritas harus dimiliki Indonesia," tegas Rini.
Bila berjalan lancar, Rini menargetkan listrik tenaga angin bisa beroperasi mulai 2017.
"Kalau tidak ada halangan, mereka mengharapkan awal tahun depan (2016) sudah bisa kerjakan. Pembangunan sekitar 12 bulan (1 tahun) sudah selesai (2017),"β jelasnya.
(dna/feb)











































