Dalam 2 Bulan, BPDP Sawit Bayar Rp 250 Miliar ke Pertamina

Dalam 2 Bulan, BPDP Sawit Bayar Rp 250 Miliar ke Pertamina

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 19 Okt 2015 13:58 WIB
Dalam 2 Bulan, BPDP Sawit Bayar Rp 250 Miliar ke Pertamina
Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit, yang mengelola CPO Supporting Fund (CSF) alias dana 'celengan' sawit, dalam 2 bulan atau terhitung 18 Agustus-16 Oktober harus membayar Rp 250 miliar ke PT Pertamina (Persero) atas penyaluran biodiesel 15% ke masyarakat.

Direktur Utama BPDP Sawit, Bayu Krisnamurthi mengatakan, penyaluran biodiesel 15% (B15) mulai 18 Agustus-16 Oktober 2015 yang dilakukan Pertamina menapai 100.000 kilo liter (KL).

"Yang disalurkan sejak dimulai 18 Agustus 2015 program dana sawit bagi biodisel sampai 16 Oktober, Pertamina telah serap 100.000 kl dalam 2 bulan. Total selisih (kemahalan) yang dibayarkan BPDP Rp 250 miliar tapi yang baru ditagihkan (Pertamina kepada BPDP) senilai Rp 27,7 miliar," kata Bayu ditemui di Kantor Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Cikini, Jakarta, Senin (19/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, harga Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam beberapa bulan terakhir lebih mahal daripada harga solar murni. Sehingga selisih harga inilah yang ditanggung BPDP Sawit sebagai bentuk subsidi untuk mendorong program B15%.

Bayu menambahkan, total penyaluran biodiesel yang disalurkan Pertamina sampai saat ini mencapai 700.000 KL.

Pada tahun 2016, kontribusi BBN dalam biodiesel meningkat menjadi 20%. Artinya biodiesel mengandung 20% BBN atau bernama B20. Program ini telah diamanatkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 yang mewajibkan penggunaan B20 pada kendaraan bermotor di 2016.

Guna mendukung program pemanfaatan bauran energi ini, BPDP akan mengalokasikan dana Rp 8 triliun di 2016 sebagai subsidi di program biodiesel.

"Total selisih kita support Rp 8 triliun. Kita juga alokasikan Rp 1,5 triliun untuk replanting (sawit) dan biaya riset. Totalnya jadi Rp 9,5 triliun," ujarnya.

(feb/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads