Ciptakan 'Wanita Listrik' Baru, ESDM Kirim 80 Orang ke Perbatasan

Ciptakan 'Wanita Listrik' Baru, ESDM Kirim 80 Orang ke Perbatasan

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2015 13:25 WIB
Ciptakan Wanita Listrik Baru, ESDM Kirim 80 Orang ke Perbatasan
Jakarta - Kementerian ESDM telah memilih 80 orang yang lolos seleksi untuk menjadi Patriot Energi. Para Patriot Energi ini kemudian dikirim ke daerah perbatasan agar menjadi pelopor pembangunan energi di daerah tersebut.

Mereka adalah sarjana-sarjana teknik dari seluruh Indonesia yang direkrut melalui proses seleksi yang ketat. Dari 3.600 pendaftar, terpilih 100 orang dan dari 100 orang terpilih 80 orang yang lolos proses persiapan dan pelatihan.

Tri Mumpuni yang punya sebutan 'Wanita Listrik' bertindak selaku penanggung jawab Penggerak Energi Tanah Air (PETA) atau Patriot Energi. Ia mengungkapkan, 80 patriot energi ini akan dilatih selama sebulan penuh oleh Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri. Salah satu latihannya yakni latihan bertahan hidup di medan sulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di samping survival training, juga diberikan pembekalan kompetensi kejuangan, kompetensi keteknikan, kompetensi pembangunan sosial, dan kompetensi keikhlasan," kata Tri Mumpuni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2015).

Para patriot energi ini, akan dikirim ke pulau-pulau terdepan seperti Mentawai, Anambas, Saumlaki, dan wilayah pedalaman di Kalimantan sampai Papua.

"Program ini bagian dari percepatan rasio elektrifikasi dan pembangunan energi baru terbarukan. Mereka bisa mengajarkan warga di sana bagaimana cara mengelola energi, salah satunya energi baru terbarukan. Agar warga di sana mandiri dalam mendapatkan pasokan energi, seperti bahan bakar hingga listrik," ungkap Tri Mumpuni.

Dia menambahkan, sesampainya di daerah perbatasan, kader Patriot Energi juga bertugas mengawal proyek-proyek yang akan diimplementasikan oleh ESDM, kemudian para Patriot Energi ini akan mencari potensi-potensi lain yang dapat dikembangkan.

"Mereka harus mampu menciptakan kelompok masyatakat yang akan merawat apa-apa yang sudah diimplementasikan oleh ESDM, dan yang kedua diharapkan mereka dapat merangsang agar didesa itu terjadi kegiatan-kegiatan ekonomi dengan memanfaat energi yang sudah tersedia," tutupnya.

Seperti diketahui, Wanita kelahiran Semarang, 6 Agustus 1964 ini sangat aktif membangun kemandirian energi masyarakat di pelosok daerah. Ia melalui Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), misalnya membangun Pembangkit Listrik Mikro Hidro, untuk masyarakat desa, kemudian pembangkit listrik tersebut dikelola masyarat sehingga menjalankan roda ekonomi di desa tersebut.

Saat ini Tri Mumpuni menjadi Tenaga Ahli Menteri ESDM Sudirman Said, bidang sektor energi baru terbarukan. Ia diminta untuk bisa menerangi pelosok daerah dengan memanfaatkan energi baru terbarukan.

Mudah-mudahan dari 80 Patriot Energi ini muncul 'Wanita Listrik' seperti Tri Mumpuni.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads