Rizal Ramli Kembali Sindir Soal Kontrak Freeport

Rizal Ramli Kembali Sindir Soal Kontrak Freeport

Lani Pujiastuti - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2015 16:53 WIB
Rizal Ramli Kembali Sindir Soal Kontrak Freeport
Jakarta - Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli kembali bicara soal penolakannya terhadap rencana perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia di Grasberg, Papua. Rizal ingin royalti emas Freeport naik menjadi 6%.

"Soal Freeport, Presiden jelas perintahnya. Menterinya saja yang nggak nangkep," ucap Rizal di acara Rembug Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, di Balai Sarwono, Jeruk Purut, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).

Sebelumnya, Presiden Jokowi beberapa hari lalu mengatakan, pengajuan permohonan perpanjangan kontrak Freeport, sesuai aturan perundang-undangan hanya bisa dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir. Kontrak Freeport berakhir 2021, maka paling cepat mengajukan permohonan perpanjangan kontrak pada 2019.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, apalagi selama keberadaan Freeport pada 1967 atau Kontrak Karya I Freeport dengan Indonesia ditandatangani, hingga sampai saat ini, infrastruktur di Papua masih tertinggal.

"Tambang sangat kaya di Papua, kenapa infrastruktur di sana masih jelek. Mineral kita serahkan semua ke asing, pejabat Indonesia disogok," ucapnya.

Rizal menambahkan, salah satu syarat agar operasi Freeport di Papua diperpanjang adalah royalti emas naik menjadi 6%.

"Kami tidak ingin terus menerus term and condition dengan Freeport didikte. Freeport belakangan naikkan royalti emas 3,75% kami ingin naik sampai mau bayar 6%. Mohon maaf pejabat kita gampang disogok. Sebenarnya saya nggak perlu minta maaf. Ini kesempatan rewrite. Saya panggil geologist mereka bilang cadangan di dalam masih sangat besar. Total cadangan terbukti emas 23 juta ounce," tutup Rizal.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads