Diminta Beli 10,64% Saham Freeport, Inalum Cari Utang ke Bank

Diminta Beli 10,64% Saham Freeport, Inalum Cari Utang ke Bank

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2015 10:52 WIB
Diminta Beli 10,64% Saham Freeport, Inalum Cari Utang ke Bank
Jakarta -

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk menyerap 10,64% saham divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI).

Saat ini, Inalum sedang mengkaji opsi pinjaman perbankan untuk pendanaan dalam rangka mengambilalih kepemilikan saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Meskipun belum bisa menyebutkan besaran pinjamannya, tapi perusahaan pelat merah itu telah menunjuk konsultan keuangan untuk menaksir berapa besaran dana yang akan digelontorkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendanaan kita upayakan dengan pinjaman bank, kita menunjuk konsultan keuangan, untuk menghitung nilainya berapa," kata Direktur Keuangan Inalum Oggy A Kosasih saat ditemui di acara Forum CFO BUMN, di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Dia menjelaskan, opsi pinjaman perbankan dipilih sebagai salah satu alternatif pendanaan, selain didukung oleh posisi keuangan perseroan saat ini.

Pinjaman perbankan dimungkinkan akan dilakukan di tahun 2016. Perseroan juga tengah mengkaji untuk melakukan penerbitan obligasi di tahun 2017.

Hingga September 2015, total kas perseroan sebesar US$ 400 juta dengan total aset mencapai US$ 1,1 miliar.

"Kita punya ekuitas US$ 1 miliar, itu menjadi dasar kita, masih bisa di leverage, tidak mungkin semuanya dari ekuitas, bisa pinjaman bank," katanya.

Sebagai informasi, saat ini saham Freeport sebanyak 9,36% sudah dikuasai pemerintah pusat. Secara bertahap hingga 2019 divestasi saham yang dilepas Freeport bisa mencapai 30%.

Tahun ini divestasi akan dilakukan terhadap 10,64% sahamnya saja pada 14 Oktober kemarin. Namun Freeport akan melepas sahamnya ini jika pemerintah sudah memastikan perpanjangan kontrak di Grasberg, Papua sudah jelas yakni hingga 2041, atau diperpanjang 20 tahun setelah kontrak berakhir pada 2021.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads