PT Timah Bikin Lagi Pabrik Pengolahan 'Harta Karun' Rp 400 miliar

PT Timah Bikin Lagi Pabrik Pengolahan 'Harta Karun' Rp 400 miliar

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2015 18:28 WIB
PT Timah Bikin Lagi Pabrik Pengolahan Harta Karun Rp 400 miliar
Foto: Reuters
Jakarta - PT Timah (Persero) telah mengoperasikan pabrik mini atau mini plant pengolahan 'harta karun' tanah jarang (rare earth) di Muntok, Bangka Barat pada Agustus 2015 lalu. Perusahaan ini berencana melipat gandakan kapasitas pengolahan hingga skala industri, dengam membangun pabrik pengolahan rare earth dengan kapasitas mencapai 500 ton per tahun.

Direktur Utama PT Timah Sukrisno mengatakan, program tanah jarang yang dimulai pada 2014 sudah beroperasi sebagai pilot plant dengan estimasi produksi 1,5 ton/tahun.

"Sudah berhasil mini plantnya. Artinya sekarang kita sedang mengatur pengembangan supaya bisa jalan dua shift. Tadinya kan satu shift. Sudah berhasil produksi jadi dua kali lipat karena dua shift," kata Sukrisno dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Kamis (21/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah terbaru PT Timah yaitu akan membangun pabrik pengolahan rare earth berskala industri. "Sudah ada timnya untuk membangun skala industri. Itu nanti akan banyak produk turunan yang bisa dihasilkan. Kapasitas pengolahannya sekitar 500 ton per tahun. Kalau yang sekarang miniplant kan 1,5 ton," ungkap Sukrisno.

Pabrik pengolahan rare earth, kata Sukrisno akan dibangun di dekat miniplant dan lahannya sudah siap. "Kita akan buat pabrik baru. Investasi mini plant kan hanya Rp 35 miliar. Paling tidak perkiraan investasi untuk pabrik skala industri yang akan kita bangun sekitar Rp 300-400 miliar.
Kita bangun sebelahan dengan miniplant," jelasnya.

Parik baru, lanjut Sukrisno, rencananya pada 2016 akan mulai menyusun semua rancangan pembangunan fisik. Pembangunan akan memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Kalau konstruksi fisik ditender, lalu jalan, akan selesainya 2017," tambahnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads