Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengungkapkan, setiap kunjungannya ke daerah keluhannya selalu sama yakni listrik sering mati alias byar-pet. Karena itu proyek 35.000 megawatt (MW) harus tercapai dalam lima tahun ke depan.
"Listrik 35.000 MW itu bukan target, itu sudah kebutuhan," kata Jokowi di depan kepala daerah se-Indonesia, Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nggak kecapai 35.000 MW itu setiap ke daerah keluhannya Pak byar-pet, kemanapun keluhannya ini. Oleh sebab itu 35.000 MW ini target karena ada kebutuhan," ungkapnya.
Jokowi menegaskan, proyek 35.000 MW ini bukanlah proyek yang ambisius, tetapi ia ingin listrik tersedia mulai dari Rukun Tetangga (RT) hingga industri.
"Insya Allah ini bukan sebuah target yang ambisius, tetapi kita ingin kejar agar persoalan listrik baik untuk RT dan industri benar-benar tercapai. Nanti tolong yang belum sampai (listrik) ke list ini bisa disampaikan supaya bisa disusulkan, terutama untuk daerah-daerah yang belum terjangkau," tutup Jokowi.
(rrd/hen)










































