Padahal, berdasarkan data Kementerian ESDM per Agustus 2015, Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu mengalami defisit listrik 2,44%.
"Siapa bilang kita krisis listrik, Sumatera Selatan Surplus 525 megawatt (MW)," kata Alex ditemui di Istana Negara, Jakarta, usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (21/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu yang dibantu ke Jambi, Lampung, dan Bengkulu. Tapi surplus kita," tegasnya.
Walau sudah surplus listrik, ia mengaku tetap mengajak warga Sumsel untuk berhemat dalam penggunaan listrik.
"Kita hemat itu listrik, kalau ada 2,2 juta pemakaian listrik di Sumsel, kita 100 watt saja hemat setiap hari, itu bisa mengatasi defisit listrik. Dan kita melakukannya secara massal," tutupnya.
(rrd/hen)











































