"Kabut asap sudah lumayan mengganggu aktivitas produksi migas kita," ujar Kepala Hubungan Masyarakat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro, dihubungi detikFinance, Kamis (22/10/2015).
Sejumlah blok migas mengalami gangguan operasi bahkan penghentian operasi karena fasilitasnya terkena kabut asap yang kian pekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gangguan asap tersebut membuat filter (penyaring) pada kompresor di fasilitas produksi harus diganti, kompresor ini kan sangat sensitif sama debu dan asap, jadi filter-nya harus sering diganti, penggantian filter ini membuat operasi harus dihentikan sementara. Seperti di Train I Tangguh seharian berhenti produksinya," tambah Elan.
Elan menambahkan, kondisi asap yang kian pekat tersebut membuat para pekerja di lapangan harus kerja keras lagi memantau fasilitas produksinya.
"Tapi sekarang Tran I Tangguh sudah beroperasi kembali hari ini, secara keseluruhan operasi masih berjalan normal, hanya saja kita perlu kerja keras saja di lapangan," tutup Elan.
(rrd/hen)











































