Kepala Hubungan Masyarakat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengungkapkan, kabut asap sudah mulai menggangu produksi migas nasional.
"Produksi minyak turun sebanyak 15.000 bph akibat kabut asap. Akibat kabut asap ini membuat beberapa proyek mengalami unplanned shutdown," kata Elan kepada detikFinance, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabut asap ini membuat kita harus mengganti filter lebih cepat, dan penggantian ini membuat terhentinya produksi migas. Pergantian filter ini di luar yang dijadwalkan akibat kabut asap," tambah Elan.
Kondisi ini kata Elan, membuat produksi minyak nasional di bawah target produksi yang ditetapkan APBN Perubahan 2015.
"Produksi minyak kita saat ini di bawah target, dari yang sebelumnya rata-rata 800.000 bph saat ini di bawah atau sekitar 788.000 bph. Sedangkan produksi gas walau Train I Tangguh kemarin berhenti operasi, masih di atas target rata-rata 8.000 juta kaki kubik per hari, target APBN kan sekitar 6.470 juta kaki kubik per hari," tutup Elan.
(rrd/hen)










































