"Di listrik yang mengajukan izin sudah ada 20.000 MW. Kalau ini bisa dikawal realisasinya ini akan sangat membantu (program 35.000 MW pemerintah)," ujar Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, BKPM, Azhar Lubis, dalam paparan realisasi investasi triwulan III-2015, di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Ia menyebutkan, minat investasi tersebut berasal dari berbagai kalangan investor baik yang sifatnya Penanaman Modal Asing (PMA) mau pun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
"Ada yang investasi langsung di listrik. Ada juga yang investasi tambahan dari industri lain yang membangun pembangkit untuk kebutuhannya sendiri dan dijual ke PLN (Perusahaan Listrik Negara)," jelas dia.
Meski demikian, pemerintah harus bekerja keras agar minat investasi tersebut bisa terealisasi. Ada sejumlah tantangan yang perlu ditangani agar investasi sektor listrik tersebut bisa terwujud.
"Bagaimana ada dukungan regulasi, terutama di daerah. Karena banyak aturan di daerah yang erat kaitannya dengan penyelenggaraan listrik ini seperti RTRW (rancangan tata ruang wilayah), izin lokasi dan lain-lain," jelas Azhar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang di sini tantangannya adalah buat PLN untuk menyiapkan jaringannya. Kalau listrik ini benar-benar terbangun tapi jaringan nggak ada, jadinya nggak ada manfaatnya," tegas dia.
Dalam kesempatan itu, Azhar juga mengungkapkan bahwa saat ini ada sejumlah investasi di sektor pembangkitan listrik yang sudah memasuki tahap konstruksi.
"Jadi kami list investasi listrik yang skala besar, jumlahnya sebesar 8.800 MW yang sekarang sedang kontruksi ada Rp 16 triliun. Diantaranya ada yang sudah mau selesai di Bali. Terdiri ada PLTU, tentunya ada juga PLTA," papar dia.
Hal ini, kata Azhar menunjukkan bahwa minat investor baik dalam mau pun luar negeri sangat tinggi untuk ambil bagian di program listrik 35.000 MW Jokowi.
"Catatan saya, ternyata minat investasi di listrik sangat besar. Karena, kemana-mana kan Presiden kalau kemana-mana selalu membicarakan soal listrik. Baik untuk saat sekarang maupun yang akan datang. Jadi memang responnya cukup positif," pungkas dia.
(dna/rrd)











































