BKPM: Investor Sudah Ajukan Izin Pembangkit Listrik 20.000 MW

BKPM: Investor Sudah Ajukan Izin Pembangkit Listrik 20.000 MW

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2015 13:16 WIB
BKPM: Investor Sudah Ajukan Izin Pembangkit Listrik 20.000 MW
Jakarta - Minat investor terhadap proyek listrik di Indonesia cukup tinggi. Bahkan saat ini sudah ada total 20.000 MW yang mengajukan izin ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Di listrik yang mengajukan izin sudah ada 20.000 MW. Kalau ini bisa dikawal realisasinya ini akan sangat membantu (program 35.000 MW pemerintah)," ujar Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, BKPM, Azhar Lubis‎, dalam paparan realisasi investasi triwulan III-2015, di Kantor BKPM, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Ia menyebutkan, minat investasi tersebut berasal dari berbagai kalangan investor baik yang sifatnya Penanaman Modal Asing (PMA) mau pun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"Ada yang investasi langsung di listrik. Ada juga yang investasi tambahan dari industri lain yang membangun pembangkit untuk kebutuhannya sendiri dan dijual ke PLN (Perusahaan Listrik Negara)," jelas dia.

Meski demikian, pemerintah harus bekerja keras agar minat investasi tersebut bisa terealisasi. Ada sejumlah tantangan yang perlu ditangani agar investasi sektor listrik tersebut bisa terwujud.

"Bagaimana ada dukungan regulasi, terutama di daerah. Karena banyak aturan di daerah yang erat kaitannya dengan penyelenggaraan listrik ini seperti RTRW (rancangan tata ruang wilayah), izin lokasi dan lain-lain," jelas Azhar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cukup hanya dengan regulasi. Dari sisi infrastruktur pun, kata Azhar, juga perlu mendapat perhatian serius. Dalam hal ini adalah pemyediaan jaringan.

"Memang di sini tantangannya adalah buat PLN untuk menyiapkan jaringannya. Kalau listrik ini benar-benar terbangun tapi jaringan nggak ada, jadinya nggak ada manfaatnya," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Azhar juga mengungkapkan bahwa saat ini ada sejumlah investasi di sektor pembangkitan listrik yang sudah memasuki tahap konstruksi.

"Jadi kami list investasi listrik yang skala besar, jumlahnya sebesar 8.800 MW yang sekarang sedang kontruksi ada Rp 16 triliun. Diantaranya ada yang sudah mau selesai di Bali. Terdiri ada PLTU, tentunya ada juga PLTA," papar dia.

Hal ini, kata Azhar menunjukkan bahwa minat investor baik dalam mau pun luar negeri sangat tinggi untuk ambil bagian di program listrik 35.000 MW Jokowi.

"Catatan saya, ternyata minat investasi di listrik sangat besar. Karena, kemana-mana kan Presiden kalau kemana-mana selalu membicarakan soal listrik. Baik untuk saat sekarang maupun yang akan datang. Jadi memang responnya cukup positif," ‎pungkas dia.

(dna/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads